Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 September 2021 | 19.05 WIB

Kemenkeu Ikut Waspadai Gagal Bayar Real Estate Evergrande Tiongkok

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (20/9/2021). Rapat kerja tersebut beragendakan penyerahan Daftar Investarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Hubu - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (20/9/2021). Rapat kerja tersebut beragendakan penyerahan Daftar Investarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Hubu

JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turut menyoroti persoalan di negara maju terkait properti raksasa asal Tiongkok yaitu Evergrande yang mengalami gagal bayar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai imbasnya ke Indonesia.

"Isu risiko stabilitas sektor keuangan terutama di RRT itu menjadi perhatian pada minggu-minggu ini yaitu terjadinya gagal bayar dari satu perusahaan konstruksi real estate yang sangat besar yaitu Evergrande," ujarnya, dalam konpers APBN Kita, Kamis (23/9).

Menurutnya, hal itu menjadi bukti ancaman nyata yang berasal dari varian Delta Covid-19 terhadap perekonomian di seluruh dunia. Serangan varian Delta membuat pemulihan ekonomi negara-negara di dunia menjadi tidak merata.

"Jadi, kita juga harus melihat dengan mewaspadai apa yang terjadi di dalam perekonomian Tiongkok," ungkapnya.

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap melihat secercah harapan bagi kesembuhan ekonomi Indonesia. Salah satu pemicu optimisme tersebut adalah jumlah vaksinasi yang sudah cukup tinggi.

Soal vaksinasi, Indonesia masuk peringkat 7 dengan jumlah total vaksinasi 129 juta dosis, di mana untuk yang suntikan pertama adalah 82,1 juta dan untuk yang suntikan kedua 46,5 juta.

"Kalau kita lihat juga ada booster untuk tenaga kesehatan ini juga untuk melindungi mereka dalam situasi yang memang masih sangat tidak pasti," ungkapnya.

Bahkan, Indonesia termasuk negara yang sudah menembus 100 juta vaksinasi meskipun bukan negara produsen vaksin. Menurut Sri Mulyani, itu karena Indonesia memiliki akses yang cukup baik untuk mendapatkan vaksin.

"Vaksinasi yang tinggi memberikan optimisme terhadap kemampuan untuk melakukan aktivitas ekonomi dengan risiko terjadinya penularan atau terjadi hospitalisasi dari Covid atau bahkan bisa mengancam kematian," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore