Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 18.31 WIB

Bahlil Blak-blakan Rayu Jokowi Minta Tukin Kementeriannya Bisa Gede Kayak DJP Kemenkeu

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia blak-blakan merayu Presiden Joko Widodo meminta kenaikan tunjangan kinerja atau tukin bagi pegawainya. Bahkan, disampaikan ingin sama besarnya seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Bahlil mengatakan, secara lembaga Kementerian Investasi hingga Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah memperoleh anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, dari sisi kesejahteraan pegawai masih belum terpenuhi.

“DAK Bapak (Presiden Jokowi) juga sudah kasih, tapi ada persoalan satu pak, mereka (pegawai Kementerian) bilang ‘Pak, DAK sudah, tapi kami perlu kesejahteraan, ini masih kurang pak’. Mereka punya tukin pak, kalo menteri kan gak perlu dibayar tukin,” kata Bahlil dalam dalam acara Rakornas Investasi 2023 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/10).

“Tapi kalo mereka-mereka di depan saya ini pak, ‘kenapa kementerian lain yang tukang menerima pajak tukinnya tinggi, tapi yang mendatangkan kok gak naik-naik barang ini pak," imbuhnya.

Bahlil mengungkapkan, tidak mudah bagi Kementerian Investasi untuk mendatangkan para investor ke dalam negeri. Tetapi, dari sisi tukin justru yang paling besar menerima adalah kementerian yang hanya memetik pajak.

“Jadi kata mereka pak, yang menerima pajak apa yang mau dipetik kalau pohon dan buahnya enggak pernah dibawa masuk ke dalam negeri. Dan kemudian, mereka bilang juga kepada saya pak, yang tukang petik kan enggak pernah tahu susahnya bagaimana merayu orang untuk masuk, kok yang bagian merayu dengan yang bagian metik lebih dapat banyak daripada yang merayu ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bahlil meminta kebijaksanaan Jokowi perihal kenaikan tukin di kementeriannya. Dia berharap, pada periode akhir kepemimpinannya ini dalam Kabinet Indonesia Maju bisa bebas dari beban, salah satunya aspirasi pegawai.

Sehingga, kata Bahlil, ke depan beban-beban ini tidak akan menjadi pekerjaan baru bagi menteri investasi pengganti dirinya.

“Kira-kira begitu pak, mohon maaf Pak, kami mohon kebijaksanaan Bapak. Setelah saya menjadi Menteri Investasi di periode Bapak, tidak ada lagi beban yang saya tinggalkan untuk para (menteri) yang ada di depan saya pak,” lanjut Bahlil.

“Karena bagi kami Pak, yang Bapak ajarkan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memperjuangkan anggota dan bawahannya,” tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore