Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 01.36 WIB

38 Persen Tenaga Kerja Formal 'Generasi Sandwich', Menko PMK: PHK Berpotensi Timbulkan Kemiskinan Massal

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

JawaPos.com -  Menteri Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, mengungkapkan bahwa sebanyak 38 persen tenaga kerja di sektor formal merupakan bagian dari 'generasi sandwich'.

"Generasi sandwich ini merujuk pada individu yang orang tuanya tidak pernah berpengalaman bekerja di sektor formal," kata Muhadjir dalam acara simposium 'Dampak Hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)' di Jakarta, Rabu (6/12), dilansir dari Antara.

Muhadjir juga menyebutkan jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap generasi tersebut, maka akan berpotensi menimbulkan kemiskinan secara massal. Selain itu, menurut Muhadjir, konsekuensi dari fenomena ini adalah beban yang harus ditanggung oleh generasi tersebut dari dua arah, yaitu dari arah atas dan bawah, sebagaimana diibaratkan seperti sebuah sandwich.

"Mereka terjebak dalam situasi dimana mereka harus merawat orang tua dan juga menghadapi tanggung jawab terhadap anak-anak atau keluarga mereka sendiri," ungkapnya.

Apabila generasi sandwich terkena PHK, kondisinya akan semakin parah apabila mereka tidak memiliki keterampilan yang cukup baik. Itu lantaran PHK dapat mengakibatkan penurunan ekonomi yang signifikan ketika mereka kehilangan pekerjaan.

Hal ini sempat diwanti-wanti oleh Menko PMK, Muhadjir, yang disampaikan dalam Peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2023 sekaligus Halal Bihalal, yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, di Panasonic Manufacturing Indonesia, Pekayon, pada Senin (1/5).

"Saya sempat sisir ke beberapa pabrik yang terancam mengalami PHK seperti pabrik tekstil, sepatu, garmen untuk merayu para owner pemilik agar jangan di-PHK dulu," jelasnya. Menurutnya, bila sampai terjadi PHK dan menganggur, maka yang menanggung bukan hanya yang terkena PHK, tetapi kakek/nenek, ayah/ibu, anak, istri/suami jadi miskin.

"Sampai saya juga beritahu ke Bu Menaker supaya ada kompromi yang berkaitan dengan salary khusus," tuturnya. Pemerintah juga telah memiliki lima skema jaminan sosial untuk angkatan kerja dan buruh.

Lima skema tersebut yakni  jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan pensiun, jaminan hari pensiun, dan jaminan kehilangan pekerjaan. "Mestinya dengan lima jaminan ini buruh pekerja bisa hidup lebih baik lebih nyaman tidak perlu khawatir masa depannya," ungkapnya. 

"Hanya kita memang berupaya keras supaya keanggotaan tenaga kerja kita yang sejauh ini masih di sektor formal, bisa kita perluas ke sektor informal," ucapnya.

Muhadjir juga mengungkapkan jika fenomena generasi sandwich menjadi salah satu penyebab fluktuasi angka kemiskinan yang terus berubah-ubah. Permasalahan ini menjadi tantangan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Selain itu, Menko PMK tersebut menegaskan pentingnya perhatian, pengembangan keterampilan dan pemberian pelatihan kepada generasi sandwich. Pembekalan tersebut bertujuan agar mereka mampu bersaing di pasar kerja, mengurangi risiko kemiskinan yang berlebihan, serta mendukung penguatan ekonomi negara.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore