Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 21.24 WIB

Dampak Boikot Produk Israel, AP3MI Sebut Transaksi Ritel Modern RI Bisa Anjlok Capai 50 Persen

Sekretaris Jenderal AP3MI Uswati Leman Sudi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Sekretaris Jenderal AP3MI Uswati Leman Sudi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) mengungkapkan aksi boikot produk yang terafiliasi dengan Israel diprediksi akan menggerus transaksi di pasar modern RI hingga 50 persen. Terlebih barang-barang yang ada dalam daftar boikot sebagian besar merupakan produk pareto.
 
Untuk diketahui, produk pareto adalah barang yang berkontribusi hingga 80 persen dari produki di pasar, namun kontribusi ke transaksi hanya 20 persen. Produk tersebut meliputi barang konsumsi seperti shampo, susu balita, dan minuman ringan.
 
"Pengurangan penjualan produk pareto biasanya dari isu yang kecil dan berkembang. Mungkin transaksi di pasar hilir bisa berkurang sampai 50 persen dan target ekonomi pemerintah akan sulit tercapai," kata Sekretaris Jenderal AP3MI Uswati Leman Sudi kepada wartawan, dikutip Kamis (16/11).
 
 
Meski begitu, Uswati menjelaskan bahwa dampak dari aksi boikot tersebut belum terlihat lantaran baru berjalan kurang dari seminggu. Namun Uswati mengingatkan dampak tersebut dikhawatirkan dapat tertransmisi hingga ke pabrikan.
 
Menurut Uswati dampak terburuk dari program boikot tersebut adalah pengurangan tenaga kerja di sektor manufaktur. Sebagai contoh, PT Nestle Indonesia telah melakukan pemutusan hubungan kerja pada 126 karyawannya di Pabrik Kejayan.
 
Uswati mengungkapkan para pelaku usaha tidak menentang aksi boikot yang dilakukan oleh masyarakat. Hanya saja, ia menegaskan bahwa produk-produk yang diboikot telah diproduksi di dalam negeri, sehingga pabrikan tidak memberikan sumbangan langsung kepada Israel.
 
"Kami berharap aksi boikot jangan terlalu lama. Kami mennanti pemeirntah hadir untuk bisa menegaskan dampak boikot ini agar tidak gamang," ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy Nicholas Mandey mengatakan dampak dari aksi boikot baru akan terlihat pada Desember 2023. Menurutnya, dampak tercepat yang dapat dilihat ada pengurangan produktivitas di pabrikan dan pergerakan dana invetasi.
 
Roy sepakat bahwa dampak terburuk dari aksi boikot tersebut adalah pengurangan tenaga kerja. Sebab, ritel modern akan mulai mengurangi pembelian produk-produk yang diboikot untuk menjaga bisnis.
 
"Bagaimana mungkin kalau produktivitas turun dan menjaga jumlah tenaga kerja? Jadi, hubungannya pasti langsung," pungkasnya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore