Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 16.38 WIB

Lakukan Transformasi, Telkom Klaim Catat Kenaikan Laba Bersih hingga 17,6 Persen di Q3 2023

Ilustrasi Gedung Telkom Group. - Image

Ilustrasi Gedung Telkom Group.

JawaPos.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengklaim berhasil menutup kuartal ketiga (Q3) 2023 dengan kinerja cukup baik dan profitabilitas yang terjaga. Perseroan menyebut berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 111,2 triliun atau tumbuh positif 2,2 persen Year on Year (YoY), yang dikontribusi kinerja bisnis Data, Internet & IT Services dan IndiHome dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 4,8 persen dan 4,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.

EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi perseroan tercatat sebesar Rp 59,1 triliun, dengan EBITDA Margin 53,1 persen, tumbuh cukup baik dari 52,2 persen pada semester satu lalu. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp 19,5 triliun dengan pertumbuhan double digit sebesar 17,6 persen YoY. Biaya pemasaran perseroan mengalami penurunan sebesar 6,9 persen YoY menjadi Rp 2,6 triliun disebabkan strategi dan sasaran target promosi yang efektif.

Langkah transformasi perseroan Five Bold Moves, salah satunya inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC) melalui integrasi IndiHome ke Telkomsel pada Juli lalu mulai menunjukkan sinyal positif. Efisiensi baik dari belanja modal maupun belanja operasional pun mulai dijalankan dan diproyeksikan dapat memperlihatkan hasil yang baik sebagaimana yang direncanakan oleh perseroan.

Begitupun dengan nilai sinergi dari IndiHome dan Telkomsel yang sudah dipersiapkan dengan cermat. Diharapkan seiring proses dan waktu yang terus berjalan, potensi peningkatan revenue dari sinergi keduanya dapat menunjukkan hasil mulai awal tahun depan.

Sementara itu, pada inisiatif B2B Digital IT Service yang fokus pada segmen bisnis Business-to-Business (B2B), Telkom meluncurkan Indibiz sebagai solusi konektivitas yang dilengkapi dengan platform dan layanan digital untuk menggarap kebutuhan para pelaku bisnis kecil dan menengah atau UKM (small and medium enterprises).

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, komitmen Telkom untuk terus mempercepat langkah transformasi melalui inisiatif FMC mulai menunjukkan progress yang positif, dari sisi synergy value dan cost efficiency. Strategi utama lain Five Bold Moves juga berjalan on the track, seperti InfraCo, Data Center, dan B2B Digital IT Service.

"Tentunya untuk hasil yang lebih besar membutuhkan proses dan waktu, namun kami optimis langkah transformasi ini akan memberikan output yang baik untuk keberlangsungan perusahaan nantinya," terang Ririek di Jakarta.

Pada segmen Mobile dan Consumer yang di antaranya terdiri dari mobile dan home broadband, Telkomsel mencatat kinerja cemerlang dengan pendapatan Rp73,2 triliun atau tumbuh 10,6 persen YoY dan 29,6 persen QoQ dengan profitabilitas yang utamanya didukung oleh pertumbuhan Digital Business sebesar 7,0 persen YoY dengan nilai kontribusi yang meningkat dari 80,1 persen menjadi 86,1 persen dari total pendapatan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi operasional, perusahaan terus mempertahankan posisi sebagai market leader dengan total 158,3 juta pelanggan mobile dan 9,8 juta pelanggan fixed broadband. Pertumbuhan ARPU yang sehat dengan trafik telekomunikasi yang tinggi baik pada bisnis mobile maupun fixed menunjukkan peningkatan produktivitas sekaligus kualitas pelanggan Telkomsel yang juga diimbangi dengan improvisasi jaringan dan otomatisasi yang berkelanjutan

Pada segmen Enterprise, perseroan membukukan pendapatan Rp 14,6 triliun yang tumbuh 6,6 persen YoY yang dikontribusi dari solusi B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis cloud melalui kerja sama strategis dengan pemain teknologi global, di samping terus meningkatkan kualitas dalam memberikan solusi digital kepada pelanggan.

Segmen Enterprise juga meluncurkan Indibiz yang menyasar UKM dengan berbagai solusi yang tersedia, seperti Indibiz Ruko, Indibiz Finance, Indibiz Education, dan Indibiz Hotel. Selain UKM, Telkom juga fokus menggarap potensi bisnis yang ada di pemerintahan, BUMN, dan korporasi swasta yang dijalankan oleh tujuh Telkom Regional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, segmen Wholesale dan International mencatat pendapatan Rp 12,3 triliun atau tumbuh 9,1 persen YoY dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital. Pada bisnis data center, TelkomGroup memiliki dan mengelola 32 data center yang tersebar di empat negara (Indonesia, Singapura, Hongkong, dan Timor Leste) dengan rata-rata utilisasi hingga 70 persen.

Mayoritas data center tersebut memiliki klasifikasi tier 3 dan 4 dengan total kapasitas hingga 42 MW. Selain data center, perseroan juga fokus pada layanan cloud untuk memenuhi beragam kebutuhan digital pelanggan. Hingga September 2023, bisnis data center dan cloud TelkomGroup membukukan pendapatan Rp 1,4 triliun.

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel sebagai tower provider terbesar di Asia Tenggara dari sisi kepemilikan tower yang memiliki 37.091 tower dengan tenancy ratio dari 1,5x. Mitratel mencatat pendapatan Rp 6,27 triliun atau tumbuh 11,9 persen YoY, didorong oleh pendapatan sewa menara.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore