
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (kiri) bersama Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, Rabu (29/7). (dok. Humas Kemenkeu)
JawaPos.com - Kehadiran Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) menarik perhatian publik. Lembaga itu digadang-gadang mampu mendatangkan investasi dari para sovereign investors. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa LPI tidak sama dengan SWF di negara-negara lain.
"Logika utama SWF Indonesia (LPI) berbeda dengan SWF negara lain. Logika SWF Indonesia adalah kita ingin mengundang foreign direct investment (FDI) atau foreign fund kalau saya sebutnya," ujarnya Kamis (28/1).
Suahasil menjelaskan, dana dari luar negeri yang masuk ke Indonesia melalui LPI bukanlah utang, melainkan ekuitas jangka panjang.
Kehadiran lembaga semacam LPI di Indonesia amat penting. Terutama untuk mencukupi berbagai kebutuhan pembiayaan di dalam negeri.
"Sekarang yang kami pikirkan adalah bagaimana SWF mendesain project mana yang dikerjasamakan dan project mana yang kemudian bisa betul-betul menjadi game changer dari pendanaan pembangunan jangka panjang," urainya.
Mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu itu melanjutkan bahwa dari segi permodalan, pemerintah menyiapkan dana awal paling sedikit Rp 15 triliun. Dana itu telah diberikan melalui skema penyertaan modal negara (PMN) dari APBN 2020.
baca juga: SWF Jalan, Pemerintah Siapkan Rp 15 Triliun sebagai Modal Awal LPI
Jumlah itu akan bertambah secara bertahap hingga Rp 75 triliun pada akhir 2021. Pemberian modal awal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja terkait dengan modal awal LPI.
Modal awal itu juga sebagai 'pancingan' untuk menarik investor asing. "Nah, supaya bisa masuk sebagai ekuitas, Indonesia menyediakan semacam pancingan. SWF Indonesia INA yang telah dilengkapi dengan modal awal Rp 15 triliun ini akan kita perbesar," imbuh Suahasil.
Terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa LPI bisa menjadi salah satu SWF terbesar ASEAN. Data Kemenko Perekonomian mencatat, tiga SWF teratas di Asia Tenggara adalah GIC Private Limited, Temasek Holding, dan Khazanah Nasional Berhad.
"Kita berharap menjadi salah satu yang terbesar di level ASEAN. Pak Presiden menargetkan untuk fund-nya itu sebesar USD 20 miliar sebagai tahap awal," ujarnya.
Airlangga menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah peraturan pemerintah (PP) untuk memayungi LPI. Saat ini pemerintah tengah merampungkan beleid soal fasilitas perpajakan. Sebelumnya, dia menyatakan bahwa akan ada dua jenis pendanaan dalam LPI.
Pemerintah telah bertemu dengan lebih dari 50 investor global sejak pertengahan tahun lalu. Beberapa investor itu mengirim surat dan memaparkan minatnya untuk berinvestasi melalui letter of interest (LoI) dan komitmen.
Sejumlah lembaga SWF yang berminat masuk ke program master fund LPI, antara lain, United States International Development Finance Corporation (DFC). Selain itu, ada Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation dan ada Abu Dhabi Investment Authority.
TENTANG LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI (LPI)
Apa tujuan LPI?
Membentuk master fund, sub-fund, maupun usaha patungan melalui skema co-investment dengan investor asing untuk menarik foreign direct investment (FDI).
Bagaimana permodalan LPI?
Modal awal Rp 15 triliun, berupa PMN dari APBN 2020.
Secara bertahap, modalnya meningkat menjadi Rp 75 triliun hingga akhir 2021.
Bagaimana cara kerja LPI?
Terdiri atas dewan pengawas dan dewan direktur.
Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada presiden selambatnya pada 31 Mei tahun berikutnya.
Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan LPI dilakukan akuntan publik yang terdaftar di BPK dan OJK.
Sumber: Kemenkeu
https://www.youtube.com/watch?v=FnE1zGkPnYA

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
