Indonesia-Tiongkok sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam Belt and Road Initiative (BRI).
JawaPos.com - Indonesia-Tiongkok sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam Belt and Road Initiative (BRI) pada masa mendatang. Kerja sama itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, baik dari segi ekonomi, sosial, dan politik.
Hal ini disepakati saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Beijing, Tiongkok, pada beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi perkembangan kerja sama Indonesia dan Tiongkok terkait BRI.
Menurutnya, di tengah kondisi global yang tidak menentu ini, ia berharap agar kerja sama tersebut tidak dipolitisasi dan harus berlandaskan prinsip kemitraan yang setara dan saling menguntungkan.
"Penggunaan sistem pendanaan yang transparan, penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan produk dalam negeri merupakan aspek penting dalam keberlanjutan proyek BRI. Kerja sama ini harus dipastikan untuk jangka panjang, guna memperkokoh fondasi ekonomi negara mitra. Bukan justru mempersulit kondisi fiskalnya," kata Jokowi, dikutip Jumat (20/10).
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok telah menghasilkan kesepakatan kerja sama senilai Rp 204 triliun. Erick bahkan menyebut masih ada potensi kerja sama hingga Rp 455 triliun dengan Tiongkok.
"Belt and Road Initiative Forum antara Indonesia dan Tiongkok adalah forum yang positif. Pertumbuhan investasi dari Tiongkok ke Indonesia jika ditilik dari tahun 2013, kurang lebih berada di angka USD 280 juta, tetapi saat ini sudah mencapai angka USD 8,6 miliar. Artinya ini signifikan," ujar Erick.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa investasi Tiongkok di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Investasi tersebut telah mendorong pengembangan industri dan kawasan ekonomi khusus di Tanah Air.
Menurutnya, investasi Tiongkok di Indonesia pada semester I 2023 ini sudah lewat dari USD 3,8 miliar. Karenanya, dia menyebut bahwa kerja sama BRI ini akan terus mendorong pengembangan-pengembangan industri maupun kawasan ekonomi, khususnya di wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi, dan Bali.
"Kerja sama ini diperlukan oleh Indonesia, terutama terkait dengan pengembangan industri, pengembangan teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia," tuturnya.
Untuk diketahui, dalam Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok ini, kedua negara telah menandatangani total 31 kesepakatan kerja sama senilai Rp 204 triliun. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain infrastruktur, energi, manufaktur, serta pariwisata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022