
Pekerja beraktivitas di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Perum Bulog resmi mendapatkan penugasan penyaluran bantuan sosial beras sebanyak 450 ribu ton untuk 10 juta keluarga. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, mengatakan, program ini
JawaPos.com – Pengawasan distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) bakal diperketat. Sebab, ada tengara praktik kecurangan oleh oknum yang berupaya mengambil keuntungan sehingga harga beras tak kunjung turun.
Ada beberapa temuan di lapangan. Misalnya, pengoplosan beras Bulog. Selain itu, mengganti kemasan beras Bulog dengan karung beras merek lokal premium. ”Beras Bulog dimasukkan ke packaging merek-merek mereka untuk disuplai dan dijual dengan harga tinggi premium,” beber Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso kemarin (5/10).
Bulog akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Menurut Buwas, demikian Budi Waseso biasa disapa, pelaku bisa dijerat pidana kasus penipuan dan penyalahgunaan beras milik negara. ”Indikasi penyimpangan itu selalu ada karena ada peluang atau kesempatannya,” katanya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir turut menegaskan, distribusi beras SPHP akan berjalan seiringan dengan pengawasan dan penegakan hukum. ”Kita libatkan semua satgas, pemda, masyarakat untuk mulai mendorong supaya harga pangan bisa dijaga,” ujar Erick.
Mengenai potensi kecurangan, Erick menegaskan bahwa data produksi dan impor beras Indonesia harus satu data. Jika berjalan sendiri-sendiri, hal itu akan menimbulkan area abu-abu yang dimanfaatkan oknum yang ingin mencari keuntungan. ”Jadi, kami ingin mendorong impor dan produksi harus satu data, tidak boleh beda data. Kasihan rakyat, kasihan petani. Pemainnya nanti begitu-begitu saja, selalu ingin cari uang cepat. Nah, ini harus diberantas,” tegas Erick.
Sementara itu, Satgas Pangan Polri berupaya membantu pemerintah mengecek stok, distribusi, hingga harga beras. Hasilnya, sejumlah daerah diketahui masih berhasil panen raya. Salah satunya di Kalimantan Selatan. Kondisi itu memungkinkan untuk mengisi kekurangan stok beras.
Selain itu, menurut Kasatgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan, pihaknya sedang memantau kemungkinan terjadinya pidana terkait ulah oknum yang mengganti kemasan beras medium menjadi premium. Satgas pangan di daerah dikerahkan untuk mendeteksinya. ”Pernah kasus semacam itu terjadi di Bogor dan Bekasi. Masyarakat rugi karena beli harga premium, tapi mendapat yang medium,” urainya. (agf/idr/syn/wan/elo/dho/c19/fal)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
