Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 18.53 WIB

Program I-SIM for Regency PT Surveyor Indonesia Diikuti 103 Kabupaten, Sasar Target SDGs 2030

Program I-SIM for Regencies 2023 diikuti 103 kabupaten di Indonesia. Program PT Surveyor Indonesia itu memasuki tahap verifikasi dan validasi data. - Image

Program I-SIM for Regencies 2023 diikuti 103 kabupaten di Indonesia. Program PT Surveyor Indonesia itu memasuki tahap verifikasi dan validasi data.

JawaPos.com–PT Surveyor Indonesia (PTSI) telah meluncurkan program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Regency pada Juli. Itu menjadi program kedua, setelah PTSI sebelumnya sukses melalui I-SIM for Cities.

I-SIM itu merupakan program inisiatif berskema rating dan awarding untuk meningkatkan integrasi dan kolaborasi multi-stakeholders ekosistem SDGs Indonesia di tingkat kabupaten. Surveyor Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Bappenas dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD).

Program itu selaras dengan Perpres 111 Tahun 2022, tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pasal 3. Dalam pasal tersebut diamanatkan bahwa sasaran TPB nasional 2024 digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi RAD TPB bersama dengan kementerian terkait.

”Pemerintah daerah adalah salah satu aktor penting dalam ketercapaian agenda sustainable development goals (SDGs) pada 2030,” kata Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M. Haris Witjaksono.

Program I-SIM for Regencies 2023 tercatat diikuti 103 kabupaten di Indonesia. Program itu memasuki tahap verifikasi dan validasi data 157 indikator I-SIM. Indikator itu hasil kolaborasi multipihak antara mitra pembangunan dan mitra pengarah yang berasal dari pemerintah, asosiasi pemda, akademisi, lembaga riset, swasta, dan NGO.

PTSI bersama Apkasi berkunjung ke 12 kabupaten terpilih yang mewakili pulau di Indonesia dengan kriteria kualitas data I-SIM dan pengisian data 100 persen serta mengirim program unggulan dalam upaya pencapaian SDGs. Kabupaten itu terdiri atas Bandung, Bantul, Bogor, Dharmasraya, Gowa, Karo, Magelang, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Temanggung, Sinjai, serta Pangkajene dan Kepulauan.

”Verifikasi dan validasi langsung dapat menjadi wadah bagi kabupaten dalam upaya mengungkapkan data pencapaian SDGs (disclosure), dampak (impact) dan komitmen kepemimpinan dalam akselerasi pencapaian SDGs yang merupakan aspek penting dalam penilaian akhir yang dilakukan panelis juri I-SIM for Regencies,” ujar Ketua Verifikator I-SIM Muhrina A.S. Hasibuan, Sustainability Expert PTSI.

Setelah penilaian rampung, penganugerahan bertajuk SDG Annual Conference 2023 dijadwalkan pada November 2023.

”I-SIM for Regency ini menjadi penting sebagai wadah pengungkapan data dan aksi untuk mengukur capaian SDGs masing-masing Kabupaten di Indonesia,” tambah Haris.

Tidak hanya itu, hasil I-SIM Report dapat menjadi acuan dan rekomendasi dalam penyusunan rencana strategis daerah (RAD). Dalam pelaksanaannya, program itu juga menjadi wadah saling belajar dan berbagi pengalaman antar kabupaten mengenai upaya pencapaian program SDGs pada 2030.

”Selain itu, program ini akan merekognisi dan memberikan apresiasi daerah terhadap reputasi keberlanjutan,” ucap Haris.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore