Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Agustus 2023 | 05.15 WIB

Arsjad Rasjid Beberkan Lima Prioritas ASEAN-BAC 2023, dari Tranformasi Digital hingga Ketahanan Pangan

Association of Southeast Asian Nations-Business Advisory Council (ASEAN-BAC). - Image

Association of Southeast Asian Nations-Business Advisory Council (ASEAN-BAC).

JawaPos.com - Ketua Association of Southeast Asian Nations-Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023 Arsjad Rasjid menyampaikan terdapat lima isu prioritas dari keketuaan ASEAN BAC atau Dewan Bisnis ASEAN 2023. Acara ini akan digelar di Jakarta, pada 1-8 September 2023.
 
Lima isu prioritas dalam ASEAN BAC, meliputi transformasi digital (digital transformation), pembangunan berkelanjutan (sustainable development), ketahanan kesehatan (health resilience), ketahanan pangan (food security), and fasilitasi perdagangan & investasi (trade & investment facilitation).
 
"Isu prioritas ini disusun berdasarkan pemikiran yang matang oleh policy managers dan legacy leads kami yang merupakan pengusaha sukses di bidangnya, serta berpengalaman dalam menyusun rekomendasi kebijakan," kata Arsjad Rasjid dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (8/8).
 
Dia memastikan, bahwa para penyusun isu prioritas didukung oleh knowledge partners. Terdiri dari berbagai institusi ternama di dunia: PwC, BCG, McKinsey, ERIA, Kearney, Bain & Company, World Resource Institute/WRI. 
 
Dari sisi transformasi digital, Arsjad menjelaskan bahwa pihaknua akan memprioritaskan kepentingan UMKM dalam mempercepat integrasi ekonomi, baik dalam bentuk konektivitas sistem pembayaran maupun platform pendanaan bagi usaha.
 
Dalam prioritas ini kami memiliki tiga legacy projects. Pertama ASEAN QR Code yang bertujuan untuk mengintegrasikan dan mempercepat pembayaran lintas batas.
 
Kedua adalah Wiki Entrepreneur atau Wiki Wirausaha sebagai tempat repositori pengetahuan dan platform untuk berbagi praktik terbaik yang didedikasikan untuk membantu UMKM berkembang.
 
"Di sini kami telah bekerja sama dengan Japan External Trade Organization (JETRO) dan ASEAN Mentorship for Entrepreneurs Network (AMEN) dari Filipina. Platform ini mendukung UMKM dapat mengakses secara mudah global supply chain serta Marketplace Lending Platform," jelasnya.
 
Prioritas kedua adalah sustainable development, ASEAN BAC akan menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan untuk mencapai ekonomi net-zero. Kawasan ASEAN yang kaya akan nilai biodiversity dan sumber daya alam perlu dikawal agar memberikan manfaat ekonomi dan juga melestarikan lingkungan. 
 
Legacy project pertama untuk sustainable development ialah Carbon Center of Excellence yang bertujuan untuk memberdayakan bisnis untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi pertumbuhan dalam perdagangan karbon melalui pembentukan repository pengetahuan karbon.
 
"Kami menekankan pentingnya kekayaan hutan, biodiversity dan lingkungan Asia Tenggara. Kami juga akan meluncurkan ASEAN Alliance on Carbon Market September mendatang," lanjutnya.
 
Selain itu, ASEAN Net Zero Hub yang merupakan sebuah wadah untuk membantu dan merangkul sektor swasta untuk bersama-sama mencapai net-zero emission. Isu prioritas ketiga pihaknya, yakni ketahanan kesehatan.
 
Menurutnya, pandemi Covid-19 membuktikan bahwa seluruh negara anggota harus meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat ASEAN, baik dari segi infrastruktur, akses, teknologi maupun pendanaan. Legacy project untuk ketahanan kesehatan adalah ASEAN One-Shot Campaign, mulai dari membangun kolaborasi multi-stakeholders baik dari para pemimpin pemerintahan, industri, dan organisasi kesehatan global untuk memanfaatkan potensi vaksin generasi berikutnya dan terapi injeksi. 
 
Kemudian, membangun jaringan kemitraan yang kuat untuk mendukung ASEAN One-Shot Campaign, dengan Kalbe, Takeda, Gavi Alliance for Health, dan Moderna sebagai mitra kesehatan dan dengan beberapa perusahaan lainnya untuk memperkuat jaringan ASEAN One-Shot Campaign. 
 
Selanjutnya adalah food security atau ketahanan pangan, melalui praktik pertanian berkelanjutan, sistem informasi yang lebih baik dan mekanisme peningkatan gizi. Pihaknya berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan stabilitas ketersediaan pangan di ASEAN. 
 
Legacy project dalam prioritas ketahanan pangan adalah Inclusive Closed Loop Model for Agricultural Products. Nantinya ASEAN akan memberdayakan UMKM dan petani dengan memberikan akses keuangan, pengetahuan, teknologi, dan akses pasar, tentunya untuk memperkuat dan memberlanjutkan sumber daya pangan.
 
Prioritas terakhir kami adalah trade and investment facilitation. Dengan mempromosikan perdagangan dan investasi intra-ASEAN, pihaknya berkeinginan untuk mencapai harmonisasi perjanjian perdagangan dan mendorong lingkungan yang kondusif untuk menerapkan interaksi perdagangan dan investasi yang fair dan menguntungkan di ASEAN. 
 
"Fokus kami adalah mengurangi hambatan nontarif, meningkatkan dampak perjanjian perdagangan bebas, dan mempromosikan insentif bagi bisnis untuk semakin berinvestasi di negara-negara kawasan," tandasnya.
 
 
Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com
 
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore