
Ilustrasi petugas PGN tengah memberikan pelayanan terkait jaringan gas ke pelanggan rumah tangga. (PGN for JawaPos.com).
JawaPos.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 3.007 BBTUD sepanjang periode Januari – September 2019 dengan membukukan pendapatan mencapai USD 2.81 miliar atau sebesar Rp 39,8 triliun (kurs USD = Rp 14.174)
Penyaluran gas yang dilakukan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah mencatatkan sahamnya di pasar modal ini meliputi volume gas distribusi sebesar 971 BBTUD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.036 BBTUD. Saat ini PGN melayani 371.941 pelanggan di seluruh sektor dari kelistrikan, industri, transportasi, komersial dan rumah tangga.
"Kami bersyukur kinerja PGN sebagai sub-holding gas terus tumbuh positif tahun ini dan terus berusaha menjaga momentum pertumbuhan ini dapat berlanjut hingga akhir tahun," jelas Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN di Jakarta, Senin (28/10).
Terbaru, PGN resmi mengelola operasional jaringan gas (jargas) rumah tangga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pasuruan dan Probolinggo.
Sebagai sub holding migas, saat ini total jaringan pipa gas PGN lebih dari 10.000 kilometer. PGN juga mengoperasikan 2 FSRU, 1 land-based regasification terminal, 64 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4 mobile refueling unit (MRU).
Beragam pembangunan infrastruktur yang dilakukan PGN itu, semata-mata demi optimalisasi penggunaan gas bumi.
Terdekat, dengan rampungnya pembangunan pipa gas Gresik – Semarang dan Duri – Dumai, maka konektivitas jaringan gas Jawa – Sumatera tinggal selangkah lagi. Praktis, tinggal menyisakan pipa Semarang – Cirebon dan Medan – Dumai.
Sedangkan untuk mengantisipasi permasalahan pasokan, PGN juga sedang membangun LNG Terminal di Teluk Lamong, Surabaya. Pembangunan LNG Terminal berkapasitas 40 BBTUD yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023 mendatang.
Optimalisasi penggunaan gas bumi sangat bermanfaat untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. Rachmat menjelaskan, ditengah tantangan dan perlambatan ekonomi global dan domestik, PGN berusaha mengoptimalkan setiap peluang yang ada untuk memperkuat bisnis perseroan.
Pembangunan infrastruktur gas bumi untuk menjangkau pasar-pasar baru juga terus dilakukan di berbagai daerah. Sementara untuk memastikan ketersediaan pasokan gas, PGN mengkombinasikan gas sumur dan Liquid Natural Gas (LNG) dari berbagai sumber.
Sesuai rencana kerja PGN hingga 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer dan 500 kilometer.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
