
RAKORNAS BAZNAS: (dari kanan ke kiri) Direktur Utama Baznas, M. Arifin Purwakananta, Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Wakil ketua Baznas, Zainulbahar Noor, Sekretaris Baznas, Jaja Jaelani.
JawaPos.com - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo menyampaikan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi peningkatan dalam pengumpulan zakat sebesar 24 persen per tahun. Jumlah tersebut jelas sangat jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sama yaitu sedikit di atas 5 persen saja.
Kondisi tersebut, membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam membayarkan zakat mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan Bambang saat memberikan sambutan pada pembukaan rapat koordinasi nasional (Rakornas) di Pendapi Gedhe, Balai Kota Solo, Jateng, Senin (4/) malam.
Dalam Rakornas kali ini, Baznas mengambil tema Optimalisasi Pengelolaan Zakat untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan Menuju Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia. "Secara nasional pengumpulan Zis di tahun 2018 masih dalam proses penghitungan. Tetapi, diperkirakan jumlahnya akan melampaui target yakni di atas Rp 8 triliun," urainya pada kegiatan yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tersebut.
Bambang menyebutkan, dalam penelitian yang sudah dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis Baznas terhadap program pendistribusian dan pendayagunaan diketahui, bahwa Zakat berhasil meningkatkan penghasilan mustahik rata-rata sebesar 97,88 persen atau hampir 100 persen.
Kemudian dari hasil penelitian itu juga diketahui, bahwa zakat ini tidak hanya berhasil memperbaiki ekonomi mustahik, tetapi juga kesejahteraan keislaman. "Mengentaskan 28 persen mustahik dari garis kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS)," ungkapnya. Selain itu masih banyak keberhasilan lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menilai pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Baznas cukup membantu dalam upaya mengentaskan kemiskinan. "Di Jateng penduduk yang masih miskin 3,8 juta di tahun 2017, kemudian kita genjot dengan Baznas dan bisa turun. Kami berhasil mengentaskan sebanyak 330 warga miskin," urainya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
