
ILUSTRASI: Customer Service Officer Vanessa Venesalie menunjukkan suku bunga deposito kepada Theodora Amabel di BCA KCP Darmo, Surabaya, bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional, Jumat (2/9).
JawaPos.com - Sejumlah perbankan swasta mencatatkan kinerja positif. Bahkan penyaluran kredit maupun laba tumbuh double digit.
Fundamental perekonomian Indonesia yang solid mendorong kinerja intermediasi perbankan. Seperti inflasi yang rendah, produk domestik bruto (PDB) yang positif, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang ekspansif.
1. J Trust Bank
PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) mencatatkan laba bersih Rp 90,62 miliar pada kuartal II 2023. Dipicu oleh pertumbuhan kredit bruto mencapai Rp 21,70 triliun. Melesat 42 persen Year-on-Year (YoY) dari sebelumnya Rp 15,28 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 44,87 persen YoY menjadi Rp 29,24 triliun.
Kinerja positif itu turut diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga. Tecermin dari rasio kredit macet alias non-performing loan (NPL) gross di level 1,62 persen dan net di 1,18 persen.
"Kami senantiasa berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian, sehingga pada kuartal II 2023 NPL terus membaik," ucap Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai, Selasa (1/8).
Capital Adequacy Ratio (CAR) J Trust Bank tercatat 13,51 persen per Juni 2023. Dengan modal inti sebesar Rp 3,17 triliun yang tetap memenuhi Peraturan OJK (POJK) nomor 12/POJK 03/2020 tentang konsolidasi bank umum yang wajib memiliki modal inti Rp 3 triliun.
Pendapatan bunga juga naik menjadi Rp 1,17 triliun, tumbuh 62,32 persen secara tahunan. "Dipicu oleh peningkatan pendapatan bunga pinjaman," ucap Ritsuo Fukadai.
Untuk menunjang kinerja bisnis, lanjut dia, J Trust Bank dalam tahapan pengembangan New Core Banking System. Yakni, peningkatan kemampuan data warehouse serta sistem informasi manajemen agar lebih efisien dan efektif. Sistem tersebut rencananya rampung pada akhir 2023.
"Dengan new core banking system, kami yakin dapat melakukan ekspansi bisnis disertai pengembangan layanan yang lebih optimal ditopang dengan sistem yang mumpuni," tandasnya.
2. BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan peningkatan total kredit yang solid. Bersama entitas anak, bank swasta terbesar di Indonesia itu mencetak pertumbuhan laba bersih 34 persen secara tahunan menjadi Rp 24,2 triliun pada semester I 2023. Didorong oleh kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
"Segmen kredit konsumer terus mencatatkan pertumbuhan, ditopang BCA Expoversary 2023 April lalu. Di samping itu, kami melihat momentum permintaan kredit yang kuat dari sektor UMKM," ucap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.
Hingga Juni 2023, kredit konsumer menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi. Peningkatan kredit konsumer ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 12 persen Year-on-Year (YoY) menjadi Rp 114,6 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 19,2 persen YoY menjadi Rp51,4 triliun.
Saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh double digit. Yakni 15,4 persen YoY menjadi Rp 14,6 triliun.
Dengan demikian, total portofolio kredit konsumer meningkat 13,9 persen YoY menjadi Rp 183,9 triliun. Sedangkan, kredit komersial dan UKM (usaha kecil menengah) tumbuh 10,9 persen YoY mencapai Rp 219,2 trilliun.
Di sisi pendanaan, current account savings account (CASA) naik 5,7 persen YoY mencapai Rp 864,7 triliun. Jumlah tersebut berkontribusi hingga 81 persen dari total dana pihak ketiga.
Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6 persen YoY menjadi Rp 1.071 triliun. Dengan demikian, mendorong total aset BCA mencapai Rp 1.357 triliun. Total volume transaksi BCA juga terus tumbuh mencapai 14,3 miliar atau naik 27,2 persen YoY.
"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh inovasi yang berkesinambungan di ekosistem multi-channels serta basis nasabah yang terus meningkat. Kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, tumbuh sebesar 44 YoY," beber Jahja.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
