Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2023 | 03.30 WIB

United Tractors Bukukan Laba Bersih Sebesar Rp 11,2 Triliun pada Semester I Tahun 2023

PT United Tractors Tbk (UNTR). (Istimewa) - Image

PT United Tractors Tbk (UNTR). (Istimewa)

 
JawaPos.com - PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 68,7 triliun atau naik sebesar 14 persen dari Rp 60,4 triliun pada periode yang sama di tahun 2022. Seiring dengan peningkatan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan meningkat 8 persen menjadi Rp 11,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp10,4 triliun.
 
Masing-masing segmen usaha, yaitu Kontraktor Penambangan, Mesin Konstruksi, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas, Industri Konstruksi, dan Energi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 35 persen, 30 persen, 29 persen, 5 persen, 1 persen, dan kurang dari 1 persen terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. 
 
"Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 9 persen menjadi 3.145 unit dibandingkan tahun lalu sebesar 2.873 unit," kata Corporate Secretary United Tractors Sara Loebis dalam keterangam tertulis, Minggu (30/7).
 
 
Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu memimpin pangsa pasar alat berat sebesar 32 persen. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga mengalami peningkatan sebesar 24 persen menjadi Rp 6,0 triliun.
 
Penjualan Scania mengalami peningkatan dari dari 111 unit menjadi 449 unit, sedangkan penjualan produk UD Trucks turun dari 258 unit menjadi 170 unit. Penurunan penjualan UD Trucks disebabkan oleh adanya kendala pasokan produk dari prinsipal.
 
"Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi meningkat sebesar 16 persen menjadi Rp 20,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2022," jelasnya.
 
Dari Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan Juni 2023, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp24,3 triliun, naik 22 persen dari Rp 20,0 triliun.
 
PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 18 persen dari 50 juta ton menjadi 59 juta ton, dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 20 perse  dari 437 juta bcm menjadi 524 juta bcm, dengan rata-rata stripping ratio sebesar 8,9x, meningkat dari 8,7x.
 
Adapun dari Segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan Juni 2023 total penjualan batu bara mencapai 6,4 juta ton, termasuk 1,3 juta ton batu bara metalurgi, atau meningkat 11 persen dibandingkan semester pertama tahun 2022.
 
"Pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara meningkat sebesar 8 persen menjadi Rp 20,1 triliun dari Rp 18,7 triliun di periode yang sama pada tahun 2022," ujarnya.
 
Kemudian, dari Segmen usaha Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Sumatera Utara. Sampai dengan bulan Juni 2023, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 110 ribu ons, turun 24 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022 sebesar 144 ribu ons.
 
"Penurunan penjualan emas tahun ini dimaksudkan agar PTAR dapat fokus pada rencana jangka panjang dan untuk meningkatkan keberlanjutan tambang. Pendapatan bersih segmen usaha Pertambangan Emas turun 18 persen dari Rp 3,9 triliun menjadi Rp3,2 triliun," tuturnya.
 
Selanjutnya, dari segmen usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan bulan Juni 2023, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 798 miliar, dibandingkan Rp 476 miliar pada periode yang sama tahun 2022. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp55 miliar, yang mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 114 miliar.
 
Sejalan dengan strategi pengembangan usaha di sektor energi yang ramah lingkungan, Perseroan telah menetapkan bisnis Energi Baru dan Terbarukan sebagai salah satu strategi transisi Perseroan. Bisnis energi Perseroan dijalankan melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Energia Prima Nusantara (EPN). Pada semester pertama tahun 2023, EPN telah memasang Rooftop Solar PV mencapai 7,0 MW, sehingga total Solar PV terpasang mencapai 12,4 MWp di grup UT dan Astra.
 
EPN saat ini dalam proses membangun satu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), yaitu PLTM Besai Kemu di Lampung, Sumatra. PLTM Besai Kemu memiliki kapasitas sebesar 7 MW dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir tahun 2023.
 
"Selain itu, EPN juga menargetkan beberapa proyek pembangkit listrik tenaga minihidro di area Sumatra dengan total potensial kapasitas lebih dari 20 MW," tandasnya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore