Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2023 | 05.58 WIB

Belum Jelas Strateginya, Zulhas Tetap Yakin Stok Pangan Aman di Tengah Ancaman El Nino

Zulhas pastikan harga bahan pokok stabil, dan meminta Pemda mensubsidi jika ada kenaikan. (Istimewa).

 
JawaPos.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, dalam mengantisipasi dampak El Nino, pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan bapok bagi masyarakat.
 
Dalam hal ini, menteri yang biasa disapa Zulhas itu tidak menyebut strategi dan cara yang akan ditempuh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam menghadapi El Nino. Hanya saja, dia memastikan bahwa dengan apapun caranya kebutuhan pangan masyarakat selama El Nino harus dijamin tersedia.
 
“Apa pun caranya, kalau makanan (kebutuhan pangan) harus dijamin ada (aman),” kata Mendag  saat meninjau Pasar Bakauheni di Lampung Selatan, Rabu (19/7).
 
Diberitakan sebelumnya, fenomena El Nino yang berpotensi memicu terjadinya kekeringan dibahas dalam rapat terbatas di istana kepresidenan kemarin (18/7). Kondisi itu bisa memengaruhi ketahanan pangan.
 
 
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memprediksi ancaman El Nino mengalami puncak pada Agustus–September. ”Diprediksi intensitas El Nino ini lemah hingga moderat,” katanya setelah ratas.
 
Kondisi El Nino yang lemah hingga moderat akan berdampak pada ketersediaan air atau kekeringan. Selain itu, produktivitas pangan dikhawatirkan terganggu.
 
 
Untuk menghadapi fenomena tersebut, pemerintah telah berkoordinasi dan melakukan sejumlah langkah antisipasi sejak Februari sampai April. Koordinasi akan terus diperkuat bulan depan.
 
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyatakan terkait potensi El Nino, curah hujan di kawasan sekitarnya, termasuk Indonesia, akan berkurang. Curah hujan yang berkurang bakal bermuara pada terganggunya produksi pertanian.
 
”Kalau beras, akan ada selisih 110 hari (masa tanam padi),” kata Arief dalam rapat terbatas (ratas) terkait dengan peningkatan produksi dan hilirisasi produk pangan yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Jakarta.
 
Badan Pangan, lanjutnya, telah diminta untuk menghitung antara kebutuhan pangan dan yang dihasilkan petani. Ketika ada penghitungan ini, diharapkan tidak ada lagi kekurangan komoditas pangan karena kondisi tertentu.
 
Untuk mencapai cadangan yang ideal, produksi terus didorong. Arief mengungkapkan bahwa akan ada pinjaman murah dari Kementerian Keuangan yang disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). ”Bunganya 4,75 persen. Biasanya 8–10 persen,” katanya.
 
Untuk membahasnya, dia menyatakan, dalam waktu dekat dilakukan pembahasan antara Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Bulog, dan pemangku kepentingan terkait. Dia juga menginformasikan bahwa program pinjaman murah ini sudah dilakukan Bulog. Nilai pinjamannya mencapai Rp 1 triliun.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore