Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Juli 2023 | 22.49 WIB

Danareksa Investment Management Ganti Nama Jadi BRI-MI, Sasar Investor Ritel dan Desa

Dari kiri, Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani, Dirut BRI-MI Marsangap P. Tamba, Wadirut BRI Catur Budi Harto, dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Danareksa Teguh Wirahadikusumah.


JawaPos.com
- PT Danareksa Investment Management (DIM) resmi berganti nama menjadi PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI). Perubahan tersebut sejalan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah mengakuisi saham DIM sebesar 65 persen. Sekaligus menjadi pemegang sahan mayoritas.

Direktur Utama BRI-MI Marsangap P. Tamba mengatakan, aksi korporasi tersebut dalam rangka memperluas jangakauan bisnis. Serta mendukung visi dari BRI menjadi the most valuable bank di Asia Tenggara.

"Perusahaan jasa keuangan yang terintegrasi serta menjadi one stop financial solution provider untuk memenuhi kebutuhan keuangan seluruh rakyat Indonesia," ucapnya di kantornya, Jumat (7/7).

Marsanga berharap, transformasi BRI-MI dapat meningkatkan kepercayaan nasabah. Menurut dia, perubahan tidak hanya sekadar logo, melainkan juga pada produk dan layanan. Yakni, reksa dana Danareksa Seruni Pasar Uang untuk jenis pasar uang, reksa dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) jenis reksa dana campuran, dan reksa dana indeks Danareksa MSCI ESG Screened.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menyampaikan, BRI-MI dapat lebih difokuskan pada segmen ritel. Memanfaatkan ekosistem BRI yang memiliki cabang-cabang yang tersebar di pelosok Indonesia. Termasuk di pedesaan dan terpencil.

"Kami berharap dapat mengoptimalkan distribusi produk dan meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat agar sejahtera finansial," tandasnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per 26 Juni 2023 sebesar Rp 511,05 triliun. Naik 1,26 persen month-to-date (MtD). Investor reksa dana membukukan net subscription sebesar Rp 3,40 triliun MtD. Secara year-to-date, NAB meningkat
1,23 persen dan net subscription Rp 75 miliar.

"Penghimpunan dana di pasar modal di Juni masih terjaga tinggi, yaitu Rp154,13 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 43 emiten. Di pipeline, masih terdapat 90 rencana penawaran umum dengan nilai Rp 69,91 triliun. Rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 65 perusahaan," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore