Dari kiri, Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani, Dirut BRI-MI Marsangap P. Tamba, Wadirut BRI Catur Budi Harto, dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Danareksa Teguh Wirahadikusumah.
JawaPos.com - PT Danareksa Investment Management (DIM) resmi berganti nama menjadi PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI). Perubahan tersebut sejalan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah mengakuisi saham DIM sebesar 65 persen. Sekaligus menjadi pemegang sahan mayoritas.
Direktur Utama BRI-MI Marsangap P. Tamba mengatakan, aksi korporasi tersebut dalam rangka memperluas jangakauan bisnis. Serta mendukung visi dari BRI menjadi the most valuable bank di Asia Tenggara.
"Perusahaan jasa keuangan yang terintegrasi serta menjadi one stop financial solution provider untuk memenuhi kebutuhan keuangan seluruh rakyat Indonesia," ucapnya di kantornya, Jumat (7/7).
Marsanga berharap, transformasi BRI-MI dapat meningkatkan kepercayaan nasabah. Menurut dia, perubahan tidak hanya sekadar logo, melainkan juga pada produk dan layanan. Yakni, reksa dana Danareksa Seruni Pasar Uang untuk jenis pasar uang, reksa dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) jenis reksa dana campuran, dan reksa dana indeks Danareksa MSCI ESG Screened.
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menyampaikan, BRI-MI dapat lebih difokuskan pada segmen ritel. Memanfaatkan ekosistem BRI yang memiliki cabang-cabang yang tersebar di pelosok Indonesia. Termasuk di pedesaan dan terpencil.
"Kami berharap dapat mengoptimalkan distribusi produk dan meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat agar sejahtera finansial," tandasnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per 26 Juni 2023 sebesar Rp 511,05 triliun. Naik 1,26 persen month-to-date (MtD). Investor reksa dana membukukan net subscription sebesar Rp 3,40 triliun MtD. Secara year-to-date, NAB meningkat
1,23 persen dan net subscription Rp 75 miliar.
"Penghimpunan dana di pasar modal di Juni masih terjaga tinggi, yaitu Rp154,13 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 43 emiten. Di pipeline, masih terdapat 90 rencana penawaran umum dengan nilai Rp 69,91 triliun. Rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 65 perusahaan," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
