Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2023 | 05.20 WIB

Perkuat Komitmen NZE 2060, PGN Mulai Proyek Biomethane Plant Development Senilai USD 20 Juta

Photo - Image

Photo

 
Jawapos.com - PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina terus melanjutkan kesiapan agar proyek biometana dapat terealisasi di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya dekarbonisasi industri kelapa sawit melalui proyek Biomethane Plant Development. 
 
PGN bersama Subholding Pertamina lainnya menyampaikan peluang dan gagasan proyek strategis ramah lingkungan, termasuk proyek biometana pada Pertamina Investor Day 2023 yang diselenggarakan sejak Senin-Selasa, 3-4 Juli 2023. Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Atep Salyadi Dariah Saputra menjelaskan bahwa Pertamina Group mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencapai NZE 2060.
 
"Pada kesempatan ini, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina membuka peluang kerja sama untuk 3 sampai 4 proyek Biomethane Plant Development di Sumatera. Total biaya proyek ini mencapai USD 20 juta dengan biaya sekitar USD 4–5 juta untuk masing-masing proyeknya," kata Atep Salyadi dalam keterangan resmi, Selasa (4/7).
 
Dia menjelaskan, proses ekstraksi minyak sawit mentah menghasilkan Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan jumlah 0,5–0,75 m3/ton buah. Dalam proyek biometana PGN akan memanfaatkan POME untuk menghasilkan biogas.
 
Melalui pengolahan lebih lanjut dari biogas, biometana kemudian dikompresi menjadi Compressed Natural Gas (CNG) untuk didistribusikan ke pelanggan industri, rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.
 
Atep mengatakan, pemanfaatan biometana berpotensi untuk menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari fossil, sekaligus mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah cair tersebut. Selain itu, proyek ini juga merupakan diversifikasi bisnis PGN dengan menghasilkan biometana sebagai energi bersih.
 
"Memiliki karakteristik yang mirip dengan gas bumi, biometana juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan, generator listrik dan pemanas. Biometana juga lebih baik dalam hal jejak karbon," jelasnya.
 
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Harry Budi Sidharta menyampaikan kapasitas dari produksi biometana ini mencapai angka 432.000 MMBTU/tahun. PGN pun akan memungkinkan pengangkutan biometana dari Sumatera ke offtaker potensial di area Jawa dan Sumatera dengan menggunakan jaringan pipa gas.
 
"Proyek ini akan berlokasi di Sumatera, daerah sebagian besar perkebunan kelapa sawit berada. PGN memiliki pipa gas transmisi di Sumatera, maka kami akan mengupayakan pengangkutan biometana ini menggunakan jaringan pipa gas dari Sumatera ke area Jawa dan Sumatera," ujar Harry.
 
Proyek Biomethane Plant Development ditargetkan akan selesai pada akhir 2023. Dengan melakukan kerja sama untuk proyek ini, partner eksternal dapat memperoleh keuntungan dari Internal Rate of Return (IRR) dan juga jaminan permintaan oleh pelanggan.
 
"Ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan biometana sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia," imbuh Harry.
 
Selain itu, PGN juga melakukan small group discussion dengan para investor maupun partner bisnis. Informasi yang disampaikan berisi tentang profil perusahaan, kinerja perusahaan, investasi dan proyek strategis perusahaan oleh Susiyani Nurwulandari selaku Division Head, Investor Relations PGN, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan Harry Budi Sidharta.
 
Harry menambahkan, bahwa saat ini PGN sedang mengupayakan agar terminal LNG Arun dapat menjadi LNG Hub leader di Asia. Hal ini mengingat adanya potensi kebutuhan LNG storage yang besar di Asia–Pasifik.
 
Langkah yang dilakukan saat ini adalah memaksimalkan kapasitas storage di Arun  dengan melakukan revitalisasi tangki F-6004 yang idle sejak tahun 2004. Ke depannya akan dilakukan penambahan kapasitas dengan investasi pembangunan storage baru hingga kapasitas bisa meningkat hingga dua kali lipat.
 
Harry pun mengajak pihak eksternal untuk dapat melakukan kerja sama dalam mendukung proyek strategis ini. "LNG merupakan masa depan bisnis kita, dan PGN terbuka untuk strategic partners," Pungkas Harry.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore