Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juni 2023 | 01.05 WIB

Media Barat Soroti “Project S” TikTok

Platform berbagi video pendek TikTok merilis aturan baru. User under 18 tahun dilarang live. (TevhNave).

JawaPos.com - Sebuah laporan dari Financial Times, beberapa hari lalu menulis rencana ekspansi TikTok yang disebut sebagai “Project S”. Dalam laporan tersebut, dijelaskan “Project S” merupakan rencana korporasi Tiktok di pasar UK dalam memasarkan produk-produk asal Tiongkok melalui platfromnya.

Financial Times menulis bahwa pengguna di UK akan menemukan fitur belanja dalam aplikasi sosial media Tiktok yang bernama “Trendy Beat”. Tiktok Shop ala UK ini akan mengoleksi data produk-produk yang sedang menjadi trend dan menjualnya.

“Semua produk akan dikirim dari Tiongkok, dijual oleh perusahaan yang terdaftar di Singapura yang juga dimiliki oleh ByteDance yang merupakan induk usaha Tiktok yang berbasis di Beijing,” tulis Financial Times.

Dalam artikel itu dijelaskan, ke depan dengan data yang dimiliki Tiktok seperti produk yang paling laku dijual, perusahaan akan memproduksi sendiri di Cina dan menjual sendiri di aplikasi shopnya, yaitu Trendy Beat. 

Hal ini sedikit berbeda dengan Amazon yang mereplika produk terlaris dan menjualnya. Trendy Beat, justru akan memproduksi, mempromosikan dan menjual sendiri produknya.

Saat ini, bisnis model TiktokShop, termasuk di Indonesia, masih mengizinkan penjual lain untuk berjualan diplatform ecommercenya dengan mengambil sedikit fee. Dengan makin banyaknya penjual lokal yang masuk dalam platform TikTok Shop, Pengamat Ekonomi sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira meminta agar pemerintah berhati-hati dan mewaspadai hal ini karena belum adanya aturan yang jelas.

Meskipun, menurutnya, di negara-negara maju seperti Inggris dan Amerika, serbuan produk impor murah asal Tiongkok, tidak begitu menjadi masalah besar. Karena sturktur ekonomi negara yang tidak bergantung pada industri-industri kecil. 

"Namun, berbeda untuk Indonesia yang ekonominya juga ditopang oleh usaha kecil menengah seperti UMKM," ujarnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore