
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna (dua dari kiri) dalam media briefing tren tabungan haji di BSI Tower, Rabu (12/8). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat posisinya sebagai bank pilihan utama untuk layanan keuangan syariah. Termasuk dalam hal pengelolaan dana haji.
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, tahun ini menargetkan pertumbuhan dana haji sebesar Rp 1 triliun setiap bulan. "Saat ini, (target) sudah tercapai sekitar 51 persen. Pembukaan rekening haji baru telah mencapai 130 hingga 150 rekening per bulan," ujar Anton saat ditanyai Jawa Pos dalam media briefing di kantornya, Rabu (13/8).
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, BSI mematok minimal pembukaan sekitar 250 rekening haji baru setiap bulan. Secara operasional, setiap kantor cabang ditargetkan membuka setidaknya 150 rekening haji dari calon jamaah setiap bulannya.
Anton menegaskan, target itu bukanlah hal yang berlebihan. Karena strateginya adalah melakukan aktivasi rekening haji melalui konversi pengguna aplikasi Byond. Yang mana super apps ritel BSI itu saat ini memiliki lebih dari 8 juta pengguna.
"Tinggal kemudian bagaimana kami mengaktivasi nasabah untuk membuka rekening haji melalui Byond," jelasnya.
BSI mendorong optimalisasi dana murah lewat tabungan haji. Mengingat, setiap tahun Indonesia mengirim jamaah haji sekitar 221 ribu. Rerata yang berangkat haji menggunakan rekening BSI sebanyak 172 ribu atau sekitar 84,7 persen dari total jamaah se-Indonesia.
Sepanjang 2023-2024, jumlah pendaftar haji di BSI naik 23 persen. Mengacu data Kementerian Agama, saat ini jumlah waitinglist jamaah haji Indonesia mencapai 5,2 juta jamaah. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,2 juta nasabah bank berkode emiten BRIS itu sedang dalam antrian masa tunggu.
"Masa tunggu haji yang panjang harus dipersiapkan dengan baik. Dengan cara terus menabung dana persiapan pelunasan haji agar 15-25 tahun mendatang dana haji sudah siap," ujar Anton.
Tren tabungan haji di BSI naik 18,74 persen Year-on-Year. Sekitar 6,18 juta rekening dengan dana Rp 14,2 triliun. Sebanyak 12 persen diantaranya adalah kelompok milenial berusia 25-35 tahun.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
