Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 20.10 WIB

Literasi Ekonomi Syariah di Indonesia Masih Minim

Ilustrasi asuransi syariah (freepik). - Image

Ilustrasi asuransi syariah (freepik).

JawaPos.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto, menyoroti rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap ekonomi syariah. Ia menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar pilihan. Melainkan, kebutuhan yang mendesak untuk dijawab secara sistematis dan menyeluruh.

Adik mengatakan, banyak PR dalam membangun ekonomi syariah. Padahal, demand untuk layanan ekonomi syariah makin tinggi. Contohnya, kebutuhan akan sertifikasi halal.

"Sertifikat halal tidak lagi sebatas regulasi, melainkan sudah menjadi tuntutan pasar. Dalam sektor logistik, pebisnis harus menyesuaikan diri karena industri ekspor banyak yang mensyaratkan sertifikat halal pada seluruh rantai pasok," ungkapnya di Surabaya kemarin (20/5).

Dia mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan ekonomi syariah. Terutama, dalam aspek digital.

Berdasarkan data yang dihimpun, transaksi digital di e-commerce Indonesia mencapai sekitar Rp 700 triliun per tahun. Namun, pelaku ekonomi syariah baru mampu menyerap sekitar 15–20 persen dari total transaksi tersebut.

Hal tersebut berarti masih ada ruang besar yang belum kita garap. Yang perlu dilakukan adalah memberi pemahaman bahwa transaksi syariah bisa dilakukan tanpa tatap muka secara langsung.

Dosen Ekonomi Syariah Unair Muhammad Nafik Hadi Ryandono mengatakan, ekonomi Islam menekankan pentingnya etika berusaha yang bersifat universal dan dapat diterima oleh seluruh umat manusia, tanpa memandang agama.

Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam sejatinya adalah nilai-nilai etika universal yang menekankan kejujuran, keadilan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia. "Bisnis dalam perspektif Islam harus dilandasi kejujuran dan niat untuk bekerja sama. Nilai-nilai ini diterima secara luas, karena bersumber dari prinsip kemanusiaan," ujarnya.

Namun demikian, penerapan ekonomi Islam di Indonesia masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia baru mencapai sekitar 6,5 persen. Padahal, pertumbuhannya tercatat konsisten dan lebih tinggi dari rata-rata perbankan konvensional.

"Masalahnya terletak pada literasi masyarakat. Banyak yang belum memahami perbedaan mendasar antara bunga dan sistem bagi hasil. Karena itu, edukasi sejak dini sangat penting, bahkan sejak dari dalam kandungan melalui makanan halal yang dikonsumsi ibu," paparnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore