
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) klaim catat pertumbuhan dua digit sepanjang 2025. (Istimewa)
JawaPos.com–PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan kinerja dua digit sepanjang 2025, di saat industri perbankan menghadapi tekanan perlambatan ekonomi global dan pengetatan likuiditas. Hampir seluruh indikator utama perusahaan dilaporkan meningkat melampaui rata-rata industri.
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, kinerja tersebut ditopang fungsi intermediasi yang tetap terjaga serta diversifikasi sumber pertumbuhan baru. Salah satu kontributor utama datang dari bisnis emas setelah perseroan mengantongi izin sebagai bullion bank.
”Terbukti dalam kurun waktu delapan bulan terakhir sejak mendapat lisensi bullion bank, kenaikan bisnis emas melesat di atas 100 persen,” ujar Ade dalam forum ekonomi syariah di Jakarta, Kamis (12/2).
Hingga akhir 2025, total kelolaan emas BSI tercatat sekitar 2 ton. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen safe haven, terutama di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi nilai tukar. Dalam skema syariah, emas dinilai relatif mudah diterima karena memiliki struktur akad yang jelas dan bersifat universal.
Di luar emas, BSI juga mendorong transformasi digital dan penguatan infrastruktur fisik. Dalam dua tahun terakhir, bank ini menempatkan sekitar 5.000 ATM dan CRM di ruang publik serta memperluas jaringan EDC dan QR melalui kerja sama merchant.
Ade mengakui, salah satu tantangan utama perbankan syariah adalah keterbatasan visibilitas dan aksesibilitas produk di ruang publik. ”Dulu jarang ada keterwakilan bank syariah di public place. Sekarang mesin ATM BSI berlokasi di pusat keramaian,” kata Ade Cahyo Nugroho.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas penetrasi ke segmen ritel, termasuk masyarakat yang memiliki preferensi terhadap produk keuangan berbasis prinsip syariah namun membutuhkan kemudahan akses setara bank konvensional.
Sepanjang 2025, jumlah nasabah BSI bertambah sekitar 2 juta orang. Pertumbuhan ini terjadi di tengah tren peningkatan literasi halal lifestyle dan manajemen keuangan berbasis syariah dalam satu dekade terakhir.
Meski demikian, pangsa pasar perbankan syariah nasional masih relatif terbatas dibanding total industri perbankan. Tantangan struktural seperti skala usaha, inovasi produk, efisiensi biaya dana, serta peningkatan literasi keuangan tetap menjadi pekerjaan rumah industri.
BSI menargetkan tambahan 2 juta nasabah baru tahun ini. Namun keberlanjutan pertumbuhan akan sangat ditentukan oleh kemampuan industri menghadirkan produk yang kompetitif, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan perilaku nasabah di era digital.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
