
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. (Humas BPJPH)
JawaPos.com - Efisiensi anggaran negara tidak berdampak pada sejumlah program vital. Termasuk diantaranya layanan sertifikasi halal gratis. Pemerintah tetap memberikan kuota sertifikasi halal gratis sebanyak satu juta lembar bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
Kepastian program layanan sertifikasi halal gratis itu disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan. Dia mengatakan program tersebut diberinama Sehati (sertifikasi halal gratis). Pelaku UMK bisa mendapatkan sertifikat halal gratis dengan pendampingan melalui skema self declare atau deklarasi halal mandiri.
Pria yang akrab disapa Babe Haikal itu mengatakan, pembukaan kuota Sehati 2025 bagian strategi pemerintah medorong sertifikasi halal produk UMK. Agar semakin berdaya saing dan kompetitif di pasaran domestik maupun global.
“Alhamdulillah, mulai hari ini pegiat usaha mikro dan kecil sudah bisa kembali mendaftar produknya untuk disertifikasi halal secara gratis," katanya kemarin (13/4). Bagi UMK yang memenuhi kriteria sertifikasi halal self declare diminta bersegera memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya.
Lewat program Sehati itu, bisa memberikan sejumlah keuntungan bagi pelaku UMK dalam proses sertifikasi halal. Diantaranya UMK memperoleh kemudahan karena mendapatkan pendampingan dari Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Saat ini berjumlah 115.450 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Berikutnya pelaku UMK juga tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun dari proses pengajuan hingga memperoleh sertifikat halal. Mereka juga didampingi supaya lebih tertib administrasi dalam menjalankan usahanya. "Dan yang tak kalah penting, dengan mendapatkan sertifikat halal, maka produk UMK memiliki nilai tambah (added value) secara ekonomi," jelas Babe Haikal.
Dengan bersertifikat halal itu, UMK di Indonesia menjadi lebih tertib halal. Upaya kunci untuk kita menjadi pusat halal dunia. Layanan sertifikasi halal gratis itu hanya untuk UMK. Sedangkan usaha menengah dan besar berlaku layanan sertifikasi halal reguler alias berbayar.
Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mamat Salamet Burhanuddin menjelaskan pembukaan kuota 1 juta sertifikat halal gratis dilakukan dalam beberapa tahap. "Sebelumnya telah kami buka kuota tanggal 19 Maret 2025 sebanyak 50 ribu sertifikat," tuturnya. Kemudian pada 11 April 2025 dibuka lagi sebanyak 470.000 sertifikat halal. Sisa kuota selebihnya akan kembali dibuka dan diinformasikan lebih lanjut. Sambil menunggu serapan kuota yang sedang dibuka.
Untuk kuota tahap awal yang sebanyak 50 ribu, sudah terserap sekitar 93 persen. Prosesnya tetap melalui platform SiHalal yang baru saja diperbaharui. Upaya pembaharuan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan performanya. Supaya saat pelamar sertifikasi halal cukup banyak, sistem tidak down atau gangguan. (wan)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
