
Sejumlah perwakilan dari tim 9 Penyelamatan Masyarakat Ekonomi Syariah bertemu dengan Mantan Wakil Presiden Ma
JawaPos.com - Posisi Erick Thohir tidak hanya digoyang sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), pasca gagal melaju ke Pilada Dunia 2026. Erick juga diminta mundur sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Pasalnya sejak dua tahun setelah terpilih, dia tidak kunjung menyusun pengurus.
Desakan Erick mundur sebagai Ketua Umum MES itu disuarakan sejumlah pengurus MES di tingkat daerah. Tim 9 Penyelamat MES bahkan sudah bertemu dengan mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, selaku Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat MES. Mereka berkonsultasi terkait usulan pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
"Kami masih menunggu komunikasi antara Kiai Ma'ruf dengan Pak Erick Thohir," kata Prof. Babun Suharto, selaku perwakilan Tim 9 Penyelamat MES, Senin (13/10).
Dia mengatakan, arahan dari Ma'ruf Amin sudah jelas. Yaitu langkah yang diambil harus sesuai dengan AD/ART dari MES. Termasuk ketika akan menggelar Munaslub.
Babun lantas menceritakan polemik di tubuh MES, di bawah komando Erick Thohir. Sebelumnya pada 1 Oktober 2023 lalu, Erick kembali terpilih sebagai Ketum PP MES periode 1446-1448 Hijriah.
Sayangnya sampai saat ini, Erick tidak kunjung membentuk sekaligus melantik pengurus pusat MES. "Organisasi menjadi vakum," jelas Babun.
Mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember itu mengatakan, saat terpilih Erick mendapatkan mandat dari forum Musyawarah Nasional untuk membentuk kepengurusan. Namun sampai dua tahun ini, Erick tidak kunjung membentuk kepengurusan.
Kondisi tersebut sangat disayangkan pengurus MES di tingkat daerah. Mereka kerap kesulitan terkait urusan persuratan dan lainnya. Karena adanya PP MES sangat penting dalam roda organisasi.
Babun menceritakan, posisi MES sangat penting. Diantaranya adalah menjadi mitra bagi pemerintah untuk meningkatkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Pasalnya di tengah potensi pasar ekonomi syariah yang besar, realisasinya masih belum optimal. Untuk itu Babun menegaskan, Tim 9 Penyelamat MES mendesak Erick Tohir mundur sebagai Ketum PP MES.
Serta mendorong perlunya segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) demi menyelamatkan masa depan MES. Setelah dua tahun tanpa susunan kepengurusan resmi yang sesuai AD/ART, puluhan pengurus dari berbagai tingkat mulai Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD), dan Pengurus Wilayah Khusus (PWK) menuntut langkah cepat.
Babun menegaskan kondisi vakum itu sangat berbahaya. Karena secara signifikan melemahkan peran MES dalam merespon tantangan global ekonomi syariah.
"Kepengurusan vakum membuat posisi MES di kancah internasional tidak dihargai dan tak diperhitungkan," ujarnya.
Mereka juga membentuk tim presidium mewakili seluruh wilayah untuk mengawasi proses ini. Data keaktifan organisasi menunjukkan PW aktif di 67 persen, PD 49 persen, dan PWK 13 persen.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
