
Jemaah Indonesia saat melakukan Sai dalam rangka umrah wajib setiba di Makkah, Sabtu (10/5) malam. (Andika/MCH 2025)
JawaPos.com - Minat dan kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi syariah meningkat. Tecermin dari pendapatan premi dan aset yang tumbuh. Perlindungan perjalanan umroh dan haji menjadi sektor bisnis yang mendapat antusiasme cukup tinggi.
Indonesia merupakan negara dengan pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia tahun ini sebesar 221 ribu orang. Sedangkan untuk ibadah umroh, Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) Kementerian Agama mencatat, jumlah jamaah umrah asal Indonesia hingga April 2025 mencapai 648.485 orang.
Market yang besar ini berdampak pada produk asuransi perjalanan haji PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah). Mereka mencatatkan pendapatan kontribusi bruto mencapai lebih dari Rp 1,4 miliar selama periode haji 2025. Pertumbuhan kontribusi bruto dari asuransi perjalanan umrah juga lebih dari 30 persen.
"Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah, khususnya untuk perjalanan ibadah yang sakral seperti haji dan umroh," kata Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia, Hilman Simanjuntak, Rabu (18/6).
Zurich Syariah terus mendorong produk perlindungannya terintegrasi dengan tujuan ke negara-negara lain di sekitar Arab Saudi, seperti Turki, Uni Emirat Arab, hingga Maroko. "Ibadah haji dan umroh bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga spiritual. Kami ingin menjadi bagian dari ketenangan pikiran para jamaah, melalui perlindungan komprehensif yang dirancang sesuai nilai-nilai Islam," imbuhnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per April 2025, pendapatan premi asuransi syariah mencapai Rp 9,84 triliun. Ini meningkat sebesar 8,04 persen secara tahunan. Dari sisi klaim, naik 8,10 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 7,39 triliun.
Dari sisi kontribusi, premi asuransi syariah memiliki porsi 8,45 persen dari total premi asuransi komersial. Sementara dari sisi tertanggung, polis asuransi syariah memiliki porsi 2,8 persen dari total polis asuransi.
"Hal ini mengindikasikan peningkatan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk asuransi berbasis syariah. Dengan populasi muslim terbesar di dunia dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan keuangan yang sesuai prinsip syariah, sektor ini memiliki peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut," ucap Ogi.
Regulasi yang semakin kuat dan pengembangan inovasi produk menjadi faktor pendorong untuk mempercepat pertumbuhan pangsa pasar asuransi syariah di Indonesia. Untuk aset, asuransi syariah masih mengalami peningkatan 4,35 persen YoY.
Ogi menegaskan, OJK dalam fungsi pengawasan selalu memantau dan mencermati berbagai dinamika tantangan investasi pada industri asuransi. Seperti fluktuasi pasar keuangan global, ketidakpastian ekonomi makro, serta tekanan dari penyesuaian suku bunga dan inflasi.
"Kami mendorong perusahaan asuransi untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian, melakukan diversifikasi investasi, serta memperkuat manajemen risiko untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan kinerja investasi di tengah kondisi yang dinamis," bebernya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
