Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 September 2024 | 16.03 WIB

Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, BPKH Perbanyak Kelola Kamar Hotel Bintang 5 di Makkah dan Madinah

Kepala BPKH Fadlul Imansyah (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta (3/9). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos) - Image

Kepala BPKH Fadlul Imansyah (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta (3/9). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia berupaya memberikan layanan optimal untuk para jamaah haji maupun umrah. Upaya itu dengan memperbanyak jumlah kamar di hotel bintang 5 yang dikelola sendiri. Baik itu di Kota Makkah, maupun di Madinah. Pengelolaan itu melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) 

Kepala BPKH Fadlul Imansyah menuturkan, masih terbuka luas bagi mereka untuk terlibat dalam ekosistem haji maupun umrah. Termasuk di dalamnya layanan kamar hotel atau akomodasi, sampai pelayanan penyediaan bumbu katering.

Fadlul mengatakan, saat ini BPKH Limited mengelola 200 unit kamar di Hotel Hilton Makkah. Selain itu mengelola sejumlah unit kamar di hotel Golden Tulip di Madinah. "Ke depan secara size akan lebih besar. Tidak hanya 200 kamar di Hotel Hilton," kata Fadlul di sela peluncuran Anugrah Jurnalistik BPKH 2024 di Jakarta pada Selasa (3/9).

Fadlul mengatakan, penambahan kamar hotel yang dikelola sendiri itu tidak hanya di Kota Makkah, tetapi juga terbuka peluang untuk memperbanyak pengelolaan kamar hotel di Madinah. Dengan demikian, jamaah haji maupun umrah asal Indonesia bisa menginap di kamar hotel yang dikelola oleh anak bangsa. Selain menghadirkan kenyamanan hotel bintang lima, juga memberikan rasa bangga.

Aspek lainnya adalah pada penyediaan bumbu katering untuk jamaah haji. Pemerintah berupaya menghadirkan katering dengan citarasa nusantara. Sehingga membutuhkan bumbu atau rempah dari Indonesia. BPKH sudah terlibat dalam pengadaan bumbu katering. Tetapi volumenya masih belum besar.

"Untuk bumbu (katering haji) masih ada potensi 300 ton. Kita (BPKH Limited) baru menyiapkan 70 ton," katanya. Sehingga masih ada peluang besar bagi BPKH Limited untuk mengirim bumbu dari Indonesia ke Arab Saudi. Sistem bisnis ini juga membawa berkah bagi para petani rempah atau bahan baku bumbu di tanah air.

Fadlul berharap upaya mereka terlibat dalam ekosistem haji dan umrah itu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Supaya mereka lebih semangat lagi. Karena hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya para jamaah haji dan umrah saja. Tetapi juga masyarakat di Indonesia pada umumnya. "Teman-teman media juga bisa menyebarkan informasi ini ke masyarakat, supaya kami lebih semangat," kata Fadlul lantas tersenyum.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore