
Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto. (Dok. Indodana)
JawaPos.com - Perubahan pola konsumsi masyarakat di kawasan perkotaan semakin dipengaruhi oleh perkembangan pembayaran digital dan social commerce. Konsumen kini cenderung mengandalkan berbagai kanal digital dalam proses berbelanja, mulai dari konten video, siaran langsung penjualan (live shopping), hingga layanan pembayaran berbasis cicilan atau Buy Now Pay Later (BNPL).
Fenomena tersebut turut mendorong pelaku industri pembiayaan dan perdagangan untuk menyesuaikan strategi bisnisnya. Salah satunya dilakukan Indodana Finance yang menggelar forum pertemuan mitra bisnis di Bandung, Jawa Barat.
Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, mengatakan, perubahan preferensi konsumen membuat kemudahan dan integrasi layanan transaksi menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan dalam pengalaman berbelanja.
Menurut dia, perusahaan berupaya memperluas akses pembiayaan melalui jaringan merchant yang terus berkembang, sembari mengedepankan prinsip penggunaan layanan keuangan secara bertanggung jawab.
"Seiring meningkatnya kebutuhan konsumen akan pengalaman berbelanja yang praktis dan fleksibel, kami berkomitmen menghadirkan proses transaksi yang mudah, aman, dan seamless melalui ekosistem merchant yang terus berkembang. Kami juga percaya bahwa kemudahan akses pembiayaan perlu diimbangi dengan penggunaan yang bijak dan bertanggung jawab, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna," ujar Iwan.
Ia menambahkan, layanan pembiayaan digital saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alternatif pembayaran bagi konsumen, tetapi juga menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan fleksibilitas dalam bertransaksi.
Selain membahas perkembangan industri BNPL, forum tersebut juga mengangkat isu perubahan perilaku belanja yang semakin dipengaruhi oleh platform digital dan social commerce. Dalam sesi diskusi bertema The Future of Business: Scaling Beyond the Store, para narasumber membahas peluang kolaborasi antara pelaku usaha, platform digital, dan penyedia layanan pembiayaan dalam menghadapi dinamika pasar.
Sementara itu, Assistant Manager SHARP Bandung Branch, Teuku Kesha, menilai integrasi platform digital dengan opsi pembayaran yang beragam dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan transaksi konsumen.
"Kolaborasi antara brand, digital platform, dan layanan pembiayaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Merchant yang mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen akan memiliki peluang pertumbuhan yang lebih besar," katanya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
