
Ilustrasi penggunaan aplikasi e-wallet saat Ramadhan. (Istimewa)
JawaPos.com–Ramadhan tidak hanya mengubah pola makan dan waktu istirahat masyarakat, tetapi juga memengaruhi kebiasaan bertransaksi secara digital. Aktivitas pembayaran dan belanja daring kini semakin banyak terjadi pada malam hari hingga menjelang sahur.
Data yang dihimpun oleh OVO menunjukkan adanya lonjakan transaksi pada rentang waktu pukul 03.00 hingga 05.00 selama Ramadhan. Volume transaksi pada jam tersebut tercatat meningkat hingga 79 persen dibandingkan periode di luar Ramadhan.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa waktu sahur kini tidak hanya dimanfaatkan untuk makan sebelum berpuasa, tetapi juga menjadi waktu aktif bagi masyarakat untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan digital, mulai dari belanja daring hingga membayar tagihan.
Chief Operating Officer OVO Eddie Martono mengatakan, perubahan pola aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat menyesuaikan ritme keseharian selama Ramadhan.
”Waktu sahur kini tidak hanya dimanfaatkan untuk bersantap, tetapi juga untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan digital seperti pembayaran tagihan atau pembelian pulsa,” ujar Eddie dalam keterangannya.
Secara keseluruhan, aktivitas transaksi digital pada waktu sahur tercatat meningkat sekitar 76 persen. Lonjakan ini terutama didorong oleh aktivitas belanja melalui e-commerce yang meningkat hingga dua kali lipat.
Baca Juga:Pemerintah Genjot Program MBG dan Bansos, Belanja Negara Capai Rp 493,8 Triliun Hingga Februari 2026
Selain itu, pembelian pulsa dan pembayaran berbagai tagihan rutin juga mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode normal di luar Ramadhan.
Tidak hanya kebutuhan praktis, masyarakat juga memanfaatkan waktu dini hari untuk hiburan singkat sebelum memulai aktivitas. Pembelian voucher permainan meningkat sekitar 58 persen, sementara layanan hiburan digital naik 36 persen.
Pola Konsumsi Sahur: Warteg hingga Nasi Goreng
Perubahan aktivitas juga terlihat pada pola konsumsi saat sahur. Transaksi di gerai makanan dan minuman tercatat meningkat hingga empat kali lipat selama Ramadhan.
Beberapa jenis usaha kuliner seperti warteg, warmindo, dan warung kopi menjadi pilihan utama masyarakat untuk santap sahur. Sementara pada layanan pesan antar makanan, menu berbasis ayam dan paket nasi seperti nasi goreng menjadi menu yang paling banyak dipesan.
Pola tersebut menunjukkan preferensi masyarakat terhadap makanan yang praktis, akrab di lidah, dan cukup mengenyangkan untuk memulai hari saat berpuasa.
