Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 14.55 WIB

TikTok Shop Kolaborasi dengan Tokopedia, Seller Maksimalkan Banyak Fitur dan Jangkau Market Lebih Luas

HARI INI UJI COBA: Aplikasi belanja TikTok Shop yang sempat ditutup pe merintah pada 4 Oktober lalu akan beroperasi kembali dengan menggandeng Toko pedia. Uji coba dilakukan hari ini (12/12). - Image

HARI INI UJI COBA: Aplikasi belanja TikTok Shop yang sempat ditutup pe merintah pada 4 Oktober lalu akan beroperasi kembali dengan menggandeng Toko pedia. Uji coba dilakukan hari ini (12/12).

JawaPos.com - TikTok Shop resmi beroperasi kembali atau 'Come Back' di Indonesia mulai Selasa 12 Desember 2023. Kehadirannya dinilai para pedagang atau seller toko online menjadi sebuah harapan baru.

Salah satunya, diungkapkan oleh Daniel, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan merek SniffSniff. Menurutnya, kolaborasi dua perusahaan teknologi ini akan membantu para seller untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pasalnya, kata Daniel, dua aplikasi ini memiliki keunggalannya masing-masing. Dari sisi pengguna, Daniel menilai, TikTok lebih banyak digunakan masyarakat di daerah, sedangkan Tokopedia di kota-kota besar.

"Justru dengan kolaborasi ini akan menambah peluang bagi para seller produk UMKM Indonesia karena dengan mergernya Tokopedia dan TikTok ini semakin luas menjangkau masyarakat di daerah-daerah," kata Daniel kepada JawaPos.com, ditulis Rabu (13/12).

"Karena kan user dari Tokped dan user TikTok beda nih, mungkin di TikTok lebih banyak di daerah dan Tokped lebih banyak di kota besar. Justru dengan merger ini jangkauan kita sebagai seller UMKM bisa lebih besar untuk menjangkau seluruh indonesia," imbuhnya.

Lebih lanjut, pemilik usaha Reed Diffuser dan lilin aromatherapy yang lama berjualan di Tokopedia ini akan membuka peluang memperluas usahanya di platform TikTok. Sehingga nantinya bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia.

"Karena ada oppprtunity ini jadinya mau coba di dua-duanya sih. Supaya kita bisa menjangkau lebih banyak masyarakat lagi di Indonesia," lanjutnya.

Saat ditanya perihal seller center, atau fitur dari aplikasi khusus untuk penjual, yang masih terpisah, Daniel berharap agar bisa digabung. Selain untuk mempermudah proses pemeliharaan hingga pengecekan, hal tersebut juga berpeluang agar menjadi sederhana.

Meski begitu, Daniel memahami bahwa dari sisi environmental, kedua aplikasi ini memiliki perbedaan. Seperti yang terlihat bahwa TikTok lebih dikenal dengan tayangan-tayangan video hingga live streaming.

"Sedangkan di Tokpedia lebih ke page halaman jualan dan mungkin kalau di TikTok belum ada instant delivery. Sementara untuk konsumen yang butuh instant delivery bisa melalui Tokpedia. Jadi, memang beda environment-nya," ujar Daniel.

Di sisi lain, Daniel mengaku terbantu penjualannya dengan sejumlah fitur yang ada di Tokopedia, namun tidak ada di TikTok, yakni pengiriman yang ditujukan sebagai kado.

Daniel mengungkapkan, berkat fitur tersebut dirinya pernah menembus omzet hingga Rp 80 juta per bulan. Hal itu pernah terjadi pada momen tertentu, seperti Lebaran, Natal, hingga tahun baru.

"Omzet terbesar di Tokopedia sih terbesar sejauh ini bisa sampai Rp 80 juta per bulan. Pada momen Lebaran, Natal, akhir tahun, saat orang orang kirim hampers. Kasih hadiah waktu itu juga ada hampers Natal juga," ungkapnya.

"(Di Tokped ada fitur khusus untuk kirim kado) Nah itu, salah satu fitur keunggulan di Tokopedia yang belum ada di TikTok. Tapi justru dengan adanya kolaborasi (Tokopedia-TikTok) ini bisa saling melengkapi," tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore