
ILUSTRASI Paylater. (ANTARA)
JawaPos.com - Pakar ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Hairul Anwar menyoroti fenomena penggunaan layanan paylater atau beli sekarang bayar nanti ini, dan memberikan solusi agar masyarakat dapat memanfaatkan paylater dengan bijak.
"Yang perlu disadari, ketika masyarakat menggunakan paylater hari ini dan membayar bulan depan, mereka sebenarnya mengurangi daya belinya di bulan depan," ujar Hairul Anwar, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/10).
Dia menjelaskan, paylater memiliki daya tarik karena kemudahan akses dan prosesnya yang cepat. Hal ini mendorong peningkatan transaksi hingga 50 persen.
Sayangnya, kemudahan ini seringkali membuat masyarakat abai terhadap konsekuensi di kemudian hari. Hairul Anwar menegaskan, penggunaan paylater seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif.
"Kalau untuk beli beras atau kebutuhan pokok, itu tidak boleh ditunda. Tapi kalau untuk beli HP baru, sebaiknya dipikirkan lagi," ujarnya pula.
Lebih lanjut, Hairul menandaskan pentingnya tata kelola keuangan dan arus kas dalam memanfaatkan paylater. Masyarakat perlu memahami dengan baik berbagai kemudahan yang ditawarkan paylater agar tidak mengalami kerugian.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dan perencanaan keuangan dalam keluarga. "Diskusikan dengan keluarga, berapa penghasilan, berapa yang harus dialokasikan untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan lain sebagainya," sarannya.
Hairul memaparkan perbedaan pola penggunaan paylater antara mereka yang berpenghasilan tetap dan tidak tetap. Yang berpenghasilan tetap, menurutnya, cenderung lebih teratur karena sudah tahu berapa pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya.
"Sedangkan yang berpenghasilan tidak tetap, kadang banyak kadang sedikit, sehingga perlu lebih hati-hati dalam mengelola keuangan," ujarnya lagi.
Hairul menekankan, pentingnya mencatat pendapatan dan pengeluaran sebagai langkah awal dalam manajemen keuangan. Mencatat pendapatan dan pengeluaran merupakan fungsi manajemen yang penting dalam merencanakan keuangan.
"Catat setiap pengeluaran, baik yang menggunakan uang tunai maupun paylater. Dengan mencatat, kita bisa melihat ke mana saja uang kita dialokasikan," katanya.
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Kaltim Yulianta menjelaskan manfaat dan risiko penggunaan paylater agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara bijak.
"Paylater adalah mekanisme pembayaran yang memungkinkan konsumen untuk menunda pembayaran. Pembayaran dapat dilakukan secara sekaligus atau dicicil," kata dia lagi.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan maraknya loka pasar mendorong munculnya berbagai alternatif pembayaran, termasuk paylater.
"Paylater memberikan alternatif bagi konsumen yang mungkin tidak memiliki dana tunai atau ingin mencicil pembayaran," ujarnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
