Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Agustus 2024 | 18.17 WIB

Dua Jurus Bagi Perbankan dalam Layanan Digital Hadapi Ancaman Serangan Siber

Diskusi Digital Bank Summit yang mengupas beragam isu perbankan, termasuk keamanan siber. (Foto: Istimewa) - Image

Diskusi Digital Bank Summit yang mengupas beragam isu perbankan, termasuk keamanan siber. (Foto: Istimewa)

JawaPos.com - Industri perbankan semakin akrab dengan teknologi digital. Hampir setiap bank konvensional memiliki layanan digital. Ditambah pula lahirnya bank-bank baru dengan segmen bisnis layanan digital.

Ternyata layanan digital di perbankan kerap menghadapi tantangan besar, yaitu serangan siber. Untuk itu, industri perbankan perlu mempertimbangkan dua hal penting untuk menjaga keamanan ekosistem digitalnya.

VP Business Development PT Privy Identitas Digital (Privy) Rony Tanrim mengungkapkan bahwa ada dua hal yang perlu dilakukan industri perbankan untuk mencegah risiko serangan siber. Pertama, memiliki ISO 27001. Kedua, satu Data Center (DC) dan satu Disaster Recovery Center (DRC) untuk memperkuat keamanan siber.

ISO yang terkait dengan sistem informasi dan data privasi menjadi kekuatan dari dalam suatu bisnis. Sementara DC dan DRC sebagai langkah mitigasi risiko dan keamanan dalam proses digitalisasi.

Dia menyebut, keamanan siber membutuhkan ISO 27001 tentang sistem informasi dan juga data privacy. "Itu maksudnya apa? ISO itu bukan hanya bapak ibu datangkan untuk perusahaan bapak ibu semua, tetapi menjadi back power yang bekerja di dalam itu harus melakukan benar-benar secara disiplin semua suggestion atau pelaporan ceklis dari ISO tersebut yang pertama," ucap Rony dalam keterangannya Senin (5/8).

Menurut Rony, sejatinya masyarakat tidak perlu takut dengan risiko serangan siber. "Kita butuh disiplin melakukan mirroring data antara DC dan DRC itu," katanya.

DRC bisa dianalogikan seperti genset. Ketika ada pemadaman listrik, genset bisa langsung beroperasi. Pun demikian dengan cara kerja DRC tadi.

Dalam hal ini, Rony menekankan pentingnya kepemilikan DRC bagi sebuah institusi industri keuangan. "(Persoalan) Digital harus ada obatnya, obatnya adalah harus waspada," tuturnya. Roni mengatakan Privy bisa bantu pihak terkait untuk memberikan keamanan dan kenyamanan," katanya. Layanan yang mereka siapkan diantaranya adalah e-KYC, Digital Signature, dan e-Materai.

Lebih lanjut Rony mengatakan Transformasi digital yang terjadi di dunia keuangan dan perbankan saat ini belum dibarengi oleh sistem keamanan siber yang mumpuni. Salah satu kendalanya adalah soal biaya yang tak murah. Pelaku bisnis industri keuangan menganggap hal tersebut masih baru dan lisensi untuk keamanan siber dianggap sebagai biaya atau cost. Hilmi Setiawan (wan/JPK)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore