Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juni 2024 | 01.55 WIB

Literasi Masih Minim, Pintu Bappebti dan CFX Gencarkan Pembahasan Regulasi, Ekosistem, dan Web3 di Indonesia

Ilustrasi: Bappebti dan CFX Gencarkan Pembahasan Regulasi, Ekosistem, dan Web3 di Indonesia. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Perkembangan serta dinamika dalam industri aset kripto atau cryptocurrency terus menunjukkan berbagai peningkatan positif terutama dari jumlah pelanggan dan nilai transaksi. Berdasarkan data dari Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi Indonesia (Bappebti), pada bulan Mei, terdapat penambahan jumlah investor kripto sebanyak 363.101 dengan total investor mencapai 19,75 juta.
 
Nilai keseluruhan transaksi dari Januari sampai Mei 2024 menyentuh Rp 260,9 triliun. Di tengah pertumbuhan yang sangat pesat tersebut PT Pintu Kemana Saja (Pintu), platform jual beli dan investasi aset crypto di Indonesia menilai, edukasi dan literasi mengenai aset crypto beserta ekosistem Self-Regulatory Organization (SRO) seperti bursa crypto CFX, Kliring Komoditi Indonesia, dan lembaga depository harus terus digalakkan kepada publik.
 
Plt Kepala Bappebti Kasan saat membuka acara Pintu Talks di Institut Pariwisata Trisakti mengungkapkan, kegiatan ini sangat baik bagi para pelaku usaha di ekosistem perdagangan Aset Kripto maupun masyarakat. "Harapannya, melalui kegiatan ini pemahaman masyarakat semakin baik, benar, dan komprehensif sehingga dapat menjadi bekal sebagai calon pelanggan dalam mempertimbangkan untuk bertransaksi di perdagangan aset kripto," jelas Kasan di Jakarta.
 
Direktur Utama CFX Subani yang menjadi salah satu panelis menyambut baik kegiatan Pintu Talks, menurutnya, edukasi menjadi salah satu tugas kami selaku SRO karena banyak sekali aspek khususnya terkait dengan regulasi aset crypto serta peran lembaga SRO yang harus diperhatikan. 
 
"Kami yakin, kehadiran CFX di sini dengan mengenalkan ekosistem SRO yang ada, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan juga pelaku usaha bahwa bursa CFX memiliki tujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi crypto sambil terus mendorong berbagai inovasi produk yang menjadi pilihan bagi investor crypto dalam negeri," lanjut Subani.
 
Head of Department Digital Business Institut Pariwisata Trisakti Ariawan Aryapranata menambahkan, pihaknya menaruh perhatian khusus pada kripto dan blockchain. Menurut Ariawan, kampusnya khususnya di program studi Business Digital sudah memiliki kurikulum dengan mengikuti standar global yang mempelajari tentang blockchain dan cryptocurrency
 
"Kami juga aktif bekerja sama dengan salah satu perusahaan metaverse di Indonesia. Jadi pembahasan seperti Proof of Stake (PoS), Proof of Work (PoW), Metaverse, Non-fungible Token (NFT) semuanya dibahas di dalam kelas yang dikaitkan dengan dunia pariwisata. Kita harap bisa terus berkolaborasi dengan Bappebti, CFX, dan PINTU untuk mengedukasi mahasiswa terkait perkembangan dunia crypto termasuk Web3 yang saat ini kita tengah bertransisi dari dunia Web2," kata Ariawan.
 
Terakhir, General Counsel Pintu Malikulkusno Utomo atau karib disapa Dimas menyebut, investasi pada aset crypto memiliki risiko yang tinggi sehingga perlu pemahaman yang baik sebelum memutuskan investasi. Pintu Talks menjadi salah satu komitmen kami untuk memberikan wadah edukasi ke berbagai komunitas hingga kampus-kampus seperti di Iinstitut Pariwisata Trisakti. 
 
"Kami berharap kehadiran regulator dan akademisi di industri crypto ini tidak hanya mendorong ketertarikan untuk berinvestasi aset crypto, namun bisa memberikan insights kepada pelaku usaha agar bisa terus berinovasi," tutup Dimas.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore