
HARI INI UJI COBA: Aplikasi belanja TikTok Shop yang sempat ditutup pe merintah pada 4 Oktober lalu akan beroperasi kembali dengan menggandeng Toko pedia. Uji coba dilakukan hari ini (12/12).
JawaPos.com - TikTok Shop resmi beroperasi kembali atau 'Come Back' di Indonesia mulai Selasa 12 Desember 2023. Kehadirannya dinilai para pedagang atau seller toko online menjadi sebuah harapan baru.
Salah satunya, diungkapkan oleh Daniel, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan merek SniffSniff. Menurutnya, kolaborasi dua perusahaan teknologi ini akan membantu para seller untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pasalnya, kata Daniel, dua aplikasi ini memiliki keunggalannya masing-masing. Dari sisi pengguna, Daniel menilai, TikTok lebih banyak digunakan masyarakat di daerah, sedangkan Tokopedia di kota-kota besar.
"Justru dengan kolaborasi ini akan menambah peluang bagi para seller produk UMKM Indonesia karena dengan mergernya Tokopedia dan TikTok ini semakin luas menjangkau masyarakat di daerah-daerah," kata Daniel kepada JawaPos.com, ditulis Rabu (13/12).
"Karena kan user dari Tokped dan user TikTok beda nih, mungkin di TikTok lebih banyak di daerah dan Tokped lebih banyak di kota besar. Justru dengan merger ini jangkauan kita sebagai seller UMKM bisa lebih besar untuk menjangkau seluruh indonesia," imbuhnya.
Lebih lanjut, pemilik usaha Reed Diffuser dan lilin aromatherapy yang lama berjualan di Tokopedia ini akan membuka peluang memperluas usahanya di platform TikTok. Sehingga nantinya bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia.
"Karena ada oppprtunity ini jadinya mau coba di dua-duanya sih. Supaya kita bisa menjangkau lebih banyak masyarakat lagi di Indonesia," lanjutnya.
Saat ditanya perihal seller center, atau fitur dari aplikasi khusus untuk penjual, yang masih terpisah, Daniel berharap agar bisa digabung. Selain untuk mempermudah proses pemeliharaan hingga pengecekan, hal tersebut juga berpeluang agar menjadi sederhana.
Meski begitu, Daniel memahami bahwa dari sisi environmental, kedua aplikasi ini memiliki perbedaan. Seperti yang terlihat bahwa TikTok lebih dikenal dengan tayangan-tayangan video hingga live streaming.
"Sedangkan di Tokpedia lebih ke page halaman jualan dan mungkin kalau di TikTok belum ada instant delivery. Sementara untuk konsumen yang butuh instant delivery bisa melalui Tokpedia. Jadi, memang beda environment-nya," ujar Daniel.
Di sisi lain, Daniel mengaku terbantu penjualannya dengan sejumlah fitur yang ada di Tokopedia, namun tidak ada di TikTok, yakni pengiriman yang ditujukan sebagai kado.
Daniel mengungkapkan, berkat fitur tersebut dirinya pernah menembus omzet hingga Rp 80 juta per bulan. Hal itu pernah terjadi pada momen tertentu, seperti Lebaran, Natal, hingga tahun baru.
"Omzet terbesar di Tokopedia sih terbesar sejauh ini bisa sampai Rp 80 juta per bulan. Pada momen Lebaran, Natal, akhir tahun, saat orang orang kirim hampers. Kasih hadiah waktu itu juga ada hampers Natal juga," ungkapnya.
"(Di Tokped ada fitur khusus untuk kirim kado) Nah itu, salah satu fitur keunggulan di Tokopedia yang belum ada di TikTok. Tapi justru dengan adanya kolaborasi (Tokopedia-TikTok) ini bisa saling melengkapi," tandasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
