Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Maret 2024 | 15.54 WIB

Studi Ungkap Konsumsi Makanan Ultra Proses Bisa Meningkatkan Risiko 32 Masalah Kesehatan

ilustrasi makanan ultra proses. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi makanan ultra proses. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Perhatikan apa yang kamu makan! Konsumsi makanan ultra proses yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan termasuk kanker tertentu, kondisi jantung dan paru-paru parah.

Makanan ultra proses biasanya dibuat dari bahan-bahan industri dan bahan tambahan, sebagian besar tidak mengandung bahan-bahan alami utuh.

Mereka menjalani proses ekstensif seperti hidrogenasi, ekstrusi, dan perubahan kimia untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan umur simpan.

Beberapa contoh umum makanan ultra proses seperti camilan manis, makanan ringan kemasan, dan makanan siap saji.

Makanan-makanan ini sebagian besar mengandung gula rafinasi, lemak tidak sehat, natrium, dan bahan lainnya sehingga berkurangnya nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral, kata ahli gizi Avni Kaul.

Menurut studi terbaru, konsumsi makanan ultra proses setiap hari telah dikaitkan dengan 32 masalah kesehatan termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.

Hal ini menyoroti betapa pentingnya memprioritaskan makanan utuh diproses secara minimal untuk kesehatan optimal.

Dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Sabtu (2/3), studi dari British Medical Journal menganalisis 45 partisipan.

Secara keseluruhan, terdapat hubungan langsung antara paparan makanan ultra proses dan kondisi kesehatan kronis mencakup kematian, kanker, kardiovaskular, pernapasan, mental, dan kondisi kesehatan metabolik.

Berdasarkan penelitian tersebut, analisis yang dilakukan terhadap data penjualan makanan ultra proses di seluruh dunia dan pola konsumsinya menunjukkan adanya pergeseran ke arah peningkatan penggabungan makanan-makanan ini ke dalam pola makan sehari-hari.

Makanan jenis ini menyumbang 58 persen dari total asupan energi di beberapa negara berpendapatan tinggi seperti Australia dan Amerika Serikat, juga porsi konsumsi mereka meningkat di negara-negara tingkat rendah dan menengah seperti Kolombia dan Meksiko dengan total asupan energi berkisar antara 16 persen hingga 30 persen.

Secara keseluruhan, studi ini mengklaim selama beberapa dekade terakhir, ketersediaan dan variasi produk ultra proses yang dijual meningkat secara signifikan di berbagai negara dengan tingkat perkembangan ekonomi beragam terutama di berbagai negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi rendah dan menengah.

Adapun beberapa efek samping dari mengonsumsi makanan ultra proses secara berlebihan:

1. Kekurangan nutrisi

Makanan ultra proses sebagian besar kehilangan nutrisi penting selama pemrosesan dan mungkin kekurangan vitamin, mineral, dan serat yang ditemukan dalam makanan utuh.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore