
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Oleh: Baron Yudo Negoro
Saat Ghofur celaka, orang-orang bilang akulah penyebabnya. Mereka tak menuduh langit muram, atau tanah licin karena hujan semalam. Mereka melirik garis nasib yang melekat padaku, warisan yang tak pernah kuminta. Maka dari itu, aku tidak kaget karena tuduhan itu merupakan rutinitas.
AKU memasukkan barang-barang seperlunya ke dalam tas. Di luar, langit mendung, angin menggetarkan kusen jendela. Napas ibu pendek-pendek di kamar, seperti…
”Aku... ke rumah sakit sebentar,” kataku di ambang pintu.
Ibu terkulai di kasur, tubuhnya begitu kurus hingga hampir menyatu dengan seprai. Aku menunggu, dan yang keluar darinya bukan jawaban, tapi batuk nyaring.
”Ke Ghofur?” Akhirnya ia bertanya.
Aku mengangguk.
Ibuku diam, lalu, perlahan, ia menitikkan air mata. Aku mendekat, menyentuh, meremas tangannya sebagai tanda sayang.
”Orang bilang nasib itu nurun,” katanya dengan pelan. ”Tapi kadang bukan cuma nasib yang diwariskan. Maafkan ibu, Nduk.”
Dadaku sesak, tapi aku tak menjawab. Aku hanya memandangi jemari kurusnya, jemari yang dulu sering mengelus lembut rambutku.
Aku lahir dalam keadaan yang telah ditentukan. Aku tak memilih siapa ibuku, tak memilih nasib yang digantungkan orang di punggungku. Ibuku dukun, dan aku tumbuh dalam tatapan waspada orang-orang, dalam gunjingan yang sebaiknya tidak kau dengar, dan dalam jarak yang mereka bikin tanpa pernah menyebut alasannya.
Ada waktu di mana duniaku masih menyenangkan. Saat bocah, aku masih bisa berlari tanpa beban di pematang sawah. Aku ingat tawa teman-temanku, lumpur di kaki, dan suara jangkrik di semak-semak kala senja turun. Saat itu, orang-orang masih baik sama ibuku, sering bertamu ke rumah berbagi keluh kesah.
Aku pernah mengintip dari celah pintu saat seorang pria datang, duduk di tikar yang terkoyak.
”Toko sepi, Mbok. Seminggu… tapi tak laku satu pun.”
Di hadapannya, ibu mengangguk tanpa banyak bicara, tangannya mengaduk melati dalam mangkuk tanah liat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022