Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 20.03 WIB

Hotel Orang Mati

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

”Bagaimana mungkin kamu melupakan peristiwa semacam itu?”

”Peristiwa itu sudah lama. Di sekolah menengah. Tapi, kebakaran itu memang terjadi. Aku masih ingat api yang berkobar-kobar dan bangunan yang hangus jadi arang.”

”Dan Maria?”

”Nah, itu. Aku lupa apakah Maria yang menghilang setelah peristiwa itu atau anak lain. Seingatku ia ada di kelas lain, bukan di kelas yang sama denganku.”

”Kamu bikin aku pusing, Maria.”

Maria menatap suaminya sebelum berkata: ”Maria ada di kota ini, lho. Dia akan datang ke hotel ini besok pagi.”

Sekitar pukul tiga dini hari, Maria terbangun. Suatu mimpi baru saja dialaminya. Ia berada di sebuah laboratorium yang terbakar. Api menjulang dalam wujudnya yang mutlak. Di tengah kobaran api, Maria hanya berdiri tanpa melakukan apa-apa. Lantas ia melihat seorang perempuan berjalan, keluar dari api. Maria memanggil-manggil perempuan itu. Entahlah, bagaimana ia bisa tahu nama perempuan itu, sedang perempuan itu terus berjalan tanpa menoleh.

Ketika terjaga, Maria diserang suatu perasaan yang timbul dari mimpi itu. Suatu perasaan yang setelah dipikir-pikir tidak lain adalah perasaan sedih. Untuk menenangkan diri, Maria beranjak ke teras. Ia membuka pintu dengan hati-hati agar suaminya tidak terganggu.

Maria duduk di kursi teras. Permukaan kolam di hadapannya demikian tenang sebab mesin udaranya sudah dimatikan. Hotel itu memang menyediakan kolam kecil untuk tiap-tiap kamar. Namun, di dini hari seperti itu, kolam tersebut seakan kosong, tanpa setetes pun air. Hanya ketika Maria melihat tepi-tepinya tampaklah bahwa kolam itu memang berisi air.

Beberapa meter di seberang kamarnya, Maria melihat dua orang duduk di ayunan yang disediakan di sekitar ruang terbuka. Maria mengenali mereka: itu laki-laki India dan perempuan Korea. Laki-laki India melambaikan tangan ke arah Maria. Dengan ragu-ragu Maria membalas lambaian itu. Timbul keinginannya untuk bergabung dengan mereka. Minum bir seraya bercerita macam-macam. Namun, niat itu lenyap setelah Maria melihat mereka berpelukan dan berciuman dengan ganas.

Maria kembali ke kamar. Ia berharap suaminya terjaga. Namun, justru dirinyalah yang terlelap.

Paginya, Maria dan suaminya berenang bersama. ”Semalam aku bermimpi agak aneh…” ucap suaminya. Maria naik ke tepi kolam, menatap suaminya tanpa berkata apa-apa. ”Aku melihatmu di situ,” ujar suami Maria sambil menunjuk ke arah ayunan, lantas ia bergerak ke tepi kolam dan duduk di samping Maria. ”Aku melihatmu,” kata suami Maria nyaris berbisik, ”sedang berpelukan dan berciuman dengan cewek Korea itu.” Suami Maria terbahak-bahak oleh kata-katanya sendiri. ”Maksudmu, perempuan yang datang bersama laki-laki India?” tanya Maria keheranan. Suaminya terus terbahak-bahak.

Saat itu seorang perempuan sekonyong-konyong muncul dari jalan di depan kamar. Perempuan itu melihat seseorang duduk di tepi kolam, lantas berseru: ”Maria!”

Maria terperanjat, sontak bangkit dan menghambur ke arah perempuan itu. Mereka berpelukan cukup lama. Kepada suami Maria, perempuan itu memperkenalkan dirinya sebagai Maria. ”Kebetulan nama kami sama,” ujarnya. Ia mengaku sudah beberapa hari berada di kawasan wisata itu. Maria, meskipun menyambut dengan baik, sesungguhnya masih berusaha mengingat-ingat siapa sesungguhnya tamunya itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore