Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Januari 2025 | 13.45 WIB

Kaum Umur Panjang

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

’’Namun, Mere perempuan yang ceroboh. Dengan keelokannya dia terkadang tidak hati-hati menimbang dengan siapa dia akan bermain-main.”

Perempuan yang menyadari keelokannya cenderung akan berperilaku ceroboh dan semena-mena, itu yang pernah dikatakannya ketika kami melewati salah satu desa yang warganya sedang memburu para perempuan yang menyebarkan penyakit. Tak pernah kulupakan peristiwa itu karena membuatku bertanya bagaimana elok yang dimaksud para warga hingga mereka tega membakar perempuan begitu saja.

Aku menekan-nekan daging anjing di hadapanku. Makan malamku sudah cukup, tapi dia mungkin masih lapar. Sepertinya dia kehilangan tenaga karena mengeluarkan banyak darah. Aku mendorong bagianku agar lebih dekat dari jangkauannya; kudengar tawa kecilnya.

”Mere masuk dalam jebakan manusia, dipaksa meminum darah kaum kami, lalu dibakar dan dipertontonkan di alun-alun kota. Hanya Tuhan yang tahu kenapa manusia-manusia itu menyimpan darah kami, mungkin untuk tujuan-tujuan pemusnahan semacam itu.”

Manusia menjebak, memburu, dan membakar tidak hanya sesamanya, tapi juga para Kaum Umur Panjang. Mere yang malang. Mungkin manusia akan memperlakukanku dengan cara yang sama karena aku hidup bersama pria yang adalah Kaum Umur Panjang?

Angin mulai bertiup sedikit lebih kencang. Suara lolongan anjing terdengar dari tempat yang tak begitu jauh dari kami, sepertinya anjing-anjing itu mencium aroma darah yang merebak akibat disebar angin malam.

”Menikah dengannya membuatku bisa menikmati waktu yang bergulir panjang ini. Karena itu, saat dia mati, kurasa waktu tak pernah layak lagi dijalani.”

Apakah ini alasannya tak bisa lagi menjalani hidupnya yang panjang? Sungguh mengerikan menjalani waktu yang panjang sendirian saja, apalagi dimusuhi oleh manusia di mana-mana. Aku beringsut mendekatinya, menyentuh mantel tebalnya karena hanya itu yang bisa kugapai. Tubuhnya tersembunyi jauh di balik kain-kain yang melilit, berlapis, dan menyembunyikan wujud aslinya dari dunia luar.

”Aku mulai berkelana sendiri, menyusun rencana untuk membunuh diri. Hingga kutemukan kau, yang kulatih untuk bisa membantuku suatu hari nanti, tapi rencanaku gagal. Apa lagi yang harus kulakukan, aku tak tahu. Menjalani setiap detik waktu benar-benar menyiksaku.”

Bahwa aku dilatih untuk membantunya aku sudah tahu, tapi kenapa harus aku? Apakah aku juga bagian dari kaumnya? Sungguh menakutkan jika aku harus hidup lama, tanpa teman atau keluarga, dan diburu pula oleh para manusia. Aku harus membuktikan siapa diriku yang sebenarnya. Ini bukan lagi tentang keinginannya, tapi juga tentang nasibku yang bisa jadi berakhir dalam kesendirian dan penderitaan seperti dirinya.

”Aku akhirnya tiba pada rencanaku yang semula. Kemarilah,” ucapnya, kurasakan tangannya terbentang.

Rencana semula? Untuk pertama kalinya aku merasa takut menuruti perintahnya. Berbagai kecurigaan bergulir di kepalaku; dia bisa jadi akan meminum darahku. Jika iya, berarti aku memang adalah Kaum Umur Panjang. Dia akan mati dan aku akan sendiri. Itu tak boleh terjadi. Bagaimanapun caranya, aku harus lebih dulu mati. Bahkan jika itu berarti aku akan meninggalkannya sendiri.

Aku berjalan dengan lututku, mendekat ke arahnya. Kulingkarkan satu tanganku di belakang tubuhnya, menyusul satu tangan lagi, seakan aku hendak memeluknya.

’’Matilah, Tuan,” ucapku sambil mendekatkan leherku di depan bibirnya. Lantas, satu tanganku terangkat setelah peganganku mantap di gagang parang. Awan-awan membuyar, mengembalikan sinar bulan yang terpantul di parang yang kuayunkan tepat menuju kepalanya. (*)

*) TARA FEBRIANI KHAERUNNISA, pendiri dan pengelola Raw Draw, yaitu kolektif seni rupa, serta terlibat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore