Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 17.48 WIB

Kerja, Kerja, Kerja

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Keesokan harinya, ternyata bengkak di lengan Tomi semakin membesar alih-alih menghilang. Olesan minyak kayu putih sama sekali tidak bekerja atau mungkin minyak kayu putih tersebut bekerja dengan cara berkebalikan dari apa yang diharapkan Tomi. Dan kini bengkak itu berkembang jadi hampir seukuran paha orang dewasa dengan garis-garis ungu merambat seperti akar serabut alang-alang. Ovi merebus air bercampur garam dan menggunakannya untuk mengompres lengan Tomi dengan panik dan mengeluh. Namun ternyata itu juga tidak membantu.

”Ada baiknya kau istirahat sehari,” kata Ovi. ”Izin tidak masuk kerja. Sudah sebulan terakhir ini kau tidak dapat jatah libur. Pabrik tempat kau kerja ini sungguh keterlaluan.”

Dan Tomi menggeleng. ”Kau tahu itu tidak mungkin,” kata Tomi. ”Mereka akan memecatku dan kita sama-sama tak menginginkan hal itu. Mereka sedang menggenjot produksi untuk mengejar pasar ekspor. Dan ada kemungkinan aku akan kerja lembur selama beberapa hari ke depan.”

Ovi menunduk. Ia memberesi kain kompres dan mengecup kening Tomi. ”Setidaknya, jangan bekerja terlalu berat nanti ya…”

”Ah,” Tomi tersenyum tipis. ”Kau tahu itu juga tidak mungkin.”

Sore harinya, Ovi menyambut Tomi yang pulang kerja dengan tubuh lemah dan muka kuyu. Seharian itu, Ovi dihajar kecemasan memikirkan bagaimana kondisi Tomi di tempat kerja. Ia bahkan tak bisa menelan makanan atau menenggak minuman karena lengan Tomi yang bengkak terbayang-bayang di pelupuk matanya. Ovi beberapa kali menelepon Tomi meski ia tahu itu sia-sia sebab semua karyawan di pabrik tersebut harus menaruh ponsel dalam loker khusus selama mereka bekerja agar konsentrasi mereka tidak terganggu dengan hal-hal yang tak perlu.

”Kau terlihat sangat buruk,” kata Ovi sambil melepas jaket Tomi. Dan begitulah ia melihat sebuah jahitan melingkar di lengan kanan bagian atas Tomi.

”Demi Tuhan,” Ovi menjerit, ”apa lagi sekarang yang terjadi? Kenapa lenganmu jadi seperti ini?”

Lengan itu kini memang sudah tidak bengkak dan dijalari akar serabut berwarna ungu. Namun Ovi, demi apa pun, tahu bahwa itu bukan lengan Tomi yang biasanya. Ada tanda lahir berwarna hitam di lengan tersebut, dan demi apa pun, Ovi tahu Tomi tidak memilikinya.

Tomi mengatakan bahwa ia tidak bisa bekerja dengan baik seharian tadi dengan lengan yang bengkak dan linu dan semakin bengkak semakin linu seiring waktu. Ia beberapa kali gagal mengoperasikan mesin berat dan ia hampir menyebabkan kekacauan besar di pabrik. Pengawasnya kemudian memanggilnya, bertanya apa yang terjadi, lalu sambil tersenyum manis menyuruh Tomi pergi ke satu ruangan yang terletak persis bersebelahan dengan bengkel tempat perbaikan sejumlah alat produksi yang tidak terlalu berat.

”Jangan khawatir,” kata si pengawas seperti yang ditirukan Tomi. ”Hal-hal seperti ini memang sering terjadi. Dan perusahaan selalu tahu bagaimana cara mengatasinya. Hanya perlu waktu beberapa menit dan kau akan keluar dari ruangan itu sebagai seseorang yang baru.”

”Apa yang terjadi di dalam ruangan itu?” Ovi bertanya.

”Seseorang menyuruhku tidur di atas tempat tidur putih bersih,” kata Tomi. ”Lalu ia menyuntikkan sesuatu. Dan aku tak tahu apa-apa lagi. Ketika terbangun beberapa saat kemudian, aku sudah mendapatkan lengan baru. Dan setelah itu, aku bisa kembali bekerja. Hanya, karena masih membiasakan diri dengan lengan baru ini, aku jadi terlihat lelah. Tapi semua baik-baik saja.”

Semua memang berjalan baik-baik saja, setidaknya sampai seminggu berikutnya. Tomi berangkat kerja tiap jam tujuh pagi dan pulang tiap jam lima sore –kadang lembur sampai pukul tujuh atau delapan malam. Ovi akan menyiapkan sarapan, bekal makan siang, dan menyambutnya dengan air hangat untuk mandi pada jam pulang sebelum mereka makan malam bersama. Dan selama makan malam itu, mereka akan bicara banyak hal. Mereka bicara bagaimana pekerjaan Tomi seharian itu, apa saja yang dikerjakan Ovi di rumah, gosip terbaru di lingkungan sekitar tempat mereka kontrak, tertawa-tawa sambil mengenang masa lalu mereka, cita-cita yang mereka rumuskan ketika mulai berhubungan, angan-angan untuk punya rumah sendiri sebelum usia tiga puluh yang terbukti tidak terwujud, dan lain sebagainya.

Namun, persis seminggu setelah itu, Tomi pulang kerja dengan wajah kuyu. Lebih kuyu ketimbang sewaktu Ovi mendapatinya sampai rumah dengan lengan kanan bengkak sebelumnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore