
ILUSTRASI
Aku pun menyerah. Paman tetap menepuk pundakku sambil terus menyemangatiku.
Sampai aku kuliah, ada 8 bisnis yang kujalani. Semuanya dimodali oleh paman, dan semuanya gagal. Di kegagalanku yang kedelapan itulah, aku mulai menyadari kalau aku mungkin memang tak memiliki bakat bisnis.
Paman pun hanya berkata, ”Fokus kuliah saja! Jadilah PNS seperti ayahmu!”
Aku hanya bisa mengangguk.
***
Aku pun fokus berkuliah. Selama kuliah inilah baru kusadari kalau dua anak paman ternyata tak melanjutkan kuliah. Baru kuingat semasa SMU dulu, aku juga sering melihat mereka nongkrong di warung atau di tempat biliar. Andre, anak pertama paman, kutahu sering mabuk-mabukan. Dodit, anak kedua paman, bahkan pernah ditelanjangi warga kampung sebelah gara-gara menghamili pacarnya.
Aku pernah menanyakan tentang mereka pada paman. Tapi, paman hanya mengangkat bahu. ”Mereka memang tak cepat dewasa sepertimu. Setiap Paman tanya, mereka hanya bilang akan berbisnis nanti. Tapi, sampai sekarang belum juga ada action-nya.”
Aku hanya bisa mengangguk-angguk.
***
Saat akhirnya aku diterima di pemda, ibu menyambutnya dengan jatuh pingsan. Sejak lama ibu memang sakit, dan lagi-lagi, paman yang mengurus semua biaya rumah sakit. Tapi, kali ini ibu tak lagi bisa sembuh.
Selepas melepas kepergian ibu, aku menjalani kehidupanku sendiri. Aku berjanji pada diriku sendiri, ingin seperti ayah menjadi pegawai negeri yang jujur. Walau nantinya aku tak punya apa-apa dan jabatanku pun mentok, setidaknya aku menjaga nama baikku. Itu juga yang menjadi pesan ibu sebelum pergi.
Sampai beberapa tahun kemudian paman sakit. Saat aku menjenguknya di rumah sakit, paman bicara denganku, ”Ris, kali ini Paman mungkin tak lagi bisa berumur panjang. Kini saatnya kamu bantu Paman ya. Kautahu kan, sepupumu Andre baru saja membuat usaha kontraktor, bantulah ia agar bisa menggarap proyek-proyek pemda...”
Aku hanya bisa terdiam.
”Juga si Dodit yang baru membuat toko ATK. Bantulah ia supaya bisa menjadi supplier tetap di pemda. Kuharap ini tak memberatkanmu. Bagaimanapun, kita adalah keluarga karena harta terbaik itu adalah ... keluarga ....” (*)
---

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
