Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 November 2023 | 13.30 WIB

Terima Kasih, Paman

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Sampai aku kemudian mendapat ide kembali tentang bisnis katering. Aku ingat, di suatu masa saat ayah masih hidup dan pesanan jahitan ibu membeludak, ibu memesan katering untuk kami. Satu yang kuingat, kami tak bisa memilih lauk yang kami sukai. Para pemilik katering hanya menyediakan beberapa pilihan, dan itu kupikir adalah kelemahan bisnis itu. Yang ada di kepalaku tentu revolusi dari bisnis katering yang sudah-sudah. Aku ingin ada sebuah katering yang bisa melayani semua permintaan dari pemesan.

Maka aku pun mengajukan kembali niatan itu pada paman. Seperti biasa paman bertanya, ”Kenapa katering? Bukankah itu sudah banyak?”

Maka aku menjawab dengan yakin, ”Katering yang akan kubuat sangat berbeda, Paman. Katering ini menyediakan makanan sesuai pesanan pemesannya. Jadi, ia tak harus memilih makanan-makanan yang tak disukainya. Terlebih bila ia ingin makan sehat, kita juga bisa menyiapkannya. Jadi, katering ini nantinya bisa membidik pasar dari masyarakat umum dan masyarakat yang ingin hidup sehat.”

Paman mengangguk-angguk, ”Kau tampaknya cepat belajar.”

”Tentu, Paman. Kegagalan-kegagalanku kemarin selalu menjadi pecut untuk keberhasilanku kali ini. Jadi, kali ini aku tak sekadar bisnis, bisnis, bisnis! Tapi, gagasannya jelas, narasinya juga jelas.”

”Bagus, bagus!”

Paman kemudian memberiku modal hampir Rp 20 juta. Uang itu langsung kualokasikan untuk mengubah dapur rumah dan memberi peralatan masak serta pernak-pernik katering yang dibutuhkan. Aku bahkan menggaji 2 orang tukang masak.

Kunamakan bisnis katering ini: Makanan Dariku Untukmu. Sengaja kata katering tidak kupakai karena aku ingin menghilangkan kesan sama seperti katering-katering yang sudah ada.

Sehari berpromosi di media sosial tak ada pesanan. Seminggu berpromosi dengan menyebar brosur dan voucer tetap tak ada pemesan. Sebulan berpromosi memanggil organ tunggal dan boneka angin tetap tak ada pesanan masuk.

Barulah di hari kedelapan ada telepon berdering di hape.

”Halo?” terdengar suara di seberang.

”Halo dari Makanan Dariku Untukmu,” balasku deg-degan.

”Maaf, Kak? Ini Makanan Dariku Untukmu maksudnya apa ya? Apa Kakak memberi makanan untuk anak yatim piatu? Saya dari pengurus panti asuhan ....”

Aku hanya bisa mendengus.

Sampai dua bulan berlalu, tak ada satu pesanan pun datang. Aku sadar telah membuat kesalahan fatal dengan nama bisnisku kali ini. Tapi, aku tak bisa menggantinya karena semua promosi, papan nama, dan spanduk sudah memakai nama itu. Ah, kenapa aku tak belajar dari rencana bego mengubah nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat dulu?

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore