
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Kalau akhir-akhir ini Tuan gemar mengunjungi media sosial, Tuan akan mendapati kisah viral tentang lelaki tua dan motor Supra. Kisahnya yang kocak dan menyentuh hati membuat pengguna media sosial mengunggah ulang, dengan beragam cara, di berbagai saluran media sosial yang ada.
Kalau Tuan belum sempat mendengar atau melihat video dan gambarnya, saya bersedia menceritakannya.
Sudah siap? Perlu kopi?
Pada siang yang terik, berdasar latar video yang viral beredar itu, seorang lelaki tua sedang berjongkok di tepi jalan, di depan motor Honda Astrea Supra. Dilihat dari warna dan bentuknya, motor tua itu keluaran tahun 1997, masih menggunakan rem tromol, dan, sebagaimana dikenali, seri ini menggunakan kapasitas mesin 97 cc.
Seorang pesepeda, yang kebetulan melintas dengan kamera pada setang, berhenti. Menduga lelaki tua itu sedang butuh bantuan, pesepeda itu bertanya apa yang sedang terjadi?
”Mogok. Olinya habis.”
”Itu? Minyak goreng?”
”Betul. Dua kali penyaringan. Motor ini,” lelaki tua itu menepuk-nepuk pantat motornya dengan mesra, ”seperti istriku. Dia tidak butuh oli buat memasak. Dia butuhnya minyak goreng.”
Lelaki tua itu tertawa, tubuhnya yang besar berguncang seakan ada isyarat yang rahasia, lalu melanjutkan menuangkan minyak goreng kemasan ke lubang oli mesin. Dia mengatakan ini darurat, meski yang darurat ini sering terjadi.
”Dengan minyak goreng bisa?” suara pesepeda itu terdengar ragu dalam video yang terekam.
”Bisa! Bahkan minyak kayu putih atau minyak telon pun bisa, asal jangan minyak lintah atau minyak kadal,” lelaki tua berkata meyakinkan, kemudian dia menutup sisi wajah dengan telapak tangan kiri dan, dengan suara berbisik, seolah takut terdengar motornya, sebelum berkata, ”Hanya memang sedikit ngomel-ngomel, suaranya, biasalah. Tapi, aroma asapnya benar-benar seperti aroma dapur keluarga. Mas-nya sudah menikah?”
Sampai pada potongan tersebut, pesepeda itu mengunggah videonya di akun TikTok dan Instagram @pitmabur. Komentar yang muncul beragam.
Baca Juga: Koboi Mereka, Pendekar Kita
Dari komentar-komentar tersebut, apabila disusun secara teliti, dapat kita ketahui siapa sebenarnya lelaki tua itu, dari mana dia berasal, apa yang dia lakukan dengan motor Supra tua di jalan dekat kebun semangka yang sepi pada terik siang hari?
Komentar teratas mengira lelaki tua itu orang asing yang tersesat. Jika penduduk lokal, tidak mungkin dia telantar. Paling tidak, bisa menghubungi atau meminta seseorang menjemputnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
