
ILUSTRASI
Oleh FANNY J. POYK
---
Sebenarnya, jika dia mengilas balik kisah masa lalunya, dia tidak ingin menjadi ibu. Satu alasan dari keinginannya itu adalah baginya akan banyak derita yang diperolehnya kelak. Dia merasa derita ibunya akan menurun kepadanya. Menurutnya, berperan sebagai ibu itu berat, sangat berat.
DIA mengilas balik kenangan masa remajanya, mengenang kembali keseharian peran ibunya. Di matanya, yang telah dialami ibunya sungguh di luar batas dari wujud manusia yang bernama perempuan. Perempuan yang seharusnya menerima hal-hal baik di sepanjang hidupnya. Tapi, keinginannya untuk tidak menjadi ibu tidak terjadi. Keinginannya itu seolah ditolak takdir dan dia tetap menjadi seorang ibu. Ibu dengan segala problematikanya yang rumit dan kompleks.
Ibu yang harus menerima dengan pasrah dan tegar segala perilaku makhluk-makhluk di sekitarnya. Ibu dengan mengalahkan ego yang ada di hatinya. Ibu yang menurut sebagian orang harus tunduk pada aturan kehidupan yang dibentuk berdasar satu kesepakatan untuk masuk ke dalam satu lembaga yang penuh dengan tanggung jawab. Ibu yang terkadang memosisikannya sebagai budak tanpa dia sadari.
Ya, pilihan tetap pilihan. Hidup selibat dengan mematikan libido yang datang di usia remaja tampaknya tak berjalan searah dengan kehendaknya. Pikirannya mulai mengikuti siklus zaman. Takdir perempuan adalah menikah seperti yang sudah digariskan alam. Kemudian hamil, melahirkan, membesarkan anak, mengasuh mereka hingga menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa juga memperoleh kesuksesan di berbagai bidang.
Setelah itu, rotasi akan terulang. Para anak akan ”diambil” oleh lelaki atau perempuan yang kemudian menjadi istri atau suami mereka. Lalu kehidupan akan bergulir secara alami dan sesuai dengan kodrat alam. Dia, si perempuan yang pada awalnya tak mau menjadi ibu itu, akan mengikuti siklus bumi, menua lalu mati.
Hidup di dalam satu lembaga yang dinamakan rumah tangga atau keluarga telah mengikat kebebasannya yang dulu selalu diinginkan. Menjadi manusia merdeka tanpa harus mengikuti alur takdir sebagai seorang ibu. Ketika lelaki yang dicintainya datang melamar, dia tidak bisa menolak binar panah amor yang menyusup kuat ke relung hatinya. Semua itu mematahkan keinginannya untuk tidak menjadi ibu. Ya, ketika dia mengilas balik semuanya, dia kembali ke keinginan semula, seharusnya ia tidak menjadi seorang ibu! Terlalu complicated, pikirnya. Namun, guratan waktu berbicara dengan anomali yang menentang semua rencananya. Panah amor yang kuat itu benar-benar datang tanpa diminta. Mengalahkan komitmen yang semula bercokol di hatinya.
***
”Mengapa kau dulu memilih tidak mau menjadi ibu?” tanya seorang sahabatnya yang memiliki empat anak dan kini ditinggal suaminya yang memilih kawin siri dengan perempuan selingkuhannya.
”Sebenarnya pemikiranku sederhana. Semua itu berawal dari melihat contoh kehidupan orang tuaku dan banyak peristiwa terjadi di sekelilingku,” sahut perempuan itu. Dia enggan untuk memperjelas contoh yang ada di hadapannya. Takut sang sahabat bersedih hati.
”Tapi, itu kan tidak terjadi pada setiap orang. Buktinya setelah kau menikah dan punya anak, hidupmu baik-baik saja,” lanjut sahabatnya dengan wajah sedikit murung. Mungkin dia terkenang akan kisahnya sendiri.
Perempuan itu terdiam sejenak. Wajahnya terlihat suram. Dia mengakui bahwa dirinya tidak salah memilih suami. Cinta yang kuat masih tertanam di dasar sanubarinya. Namun, dalam perjalanan empat dasawarsa usia perkawinannya, beragam kisah muncul dan menjadi sebuah drama realistis tanpa skenario.
Susah dan senang datang bagai gulungan ombak yang memecah di tepian pantai. Dia tak ingin mengenang kisah yang dibarengi dengan ragam kepedihan sehingga air matanya turun di kedua pipinya pada malam-malam sunyi, sepi tanpa suara. Hanya detak jantungnya yang kerap berdetak cepat apabila kisah tentang orang-orang terdekatnya kembali merasuki relung ingatannya.
”Apakah kau memiliki beban hidup sehingga kau bilang jika mengilas balik kehidupan, kau tak ingin menjadi ibu?” selidik sahabatnya kembali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
