
Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti
JawaPos.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menegaskan ia tidak pernah malu mengakui kekurangan atlket-atletnya, khususnya sektor tunggal putri. Susy menuturkan bahwa mereka sudah selayaknya belajar dari Jepang yang saat ini merupakan salah satu negara bulu tangkis terkuat.
Susy mengatakan, hal ini juga yang membuat pihaknya menarik Rionny Mainaky untuk menukangi Fitriani dan kawan-kawannya. Rionny dipilih karena ia punya banyak pengalaman menggembleng pemain-pemain Jepang yang kini punya kualitas jempolan.
"Memang kita lemah di tunggal putri. Makannya itu pilihan (pelatih tunggal putri, Red) jatuh ke Rionny. Di sektor putri, Jepang kan paling baik. Mau itu tunggal ataupun ganda, itu yang kami pelajari. Kami nggak malu belajar dari Jepang," kata Susy.
Susy kembali menegaskan bahwa faktor kerajinan dan kedisiplinan adalah hal yang paling harus ditiru oleh para pemain Indonesia. Sikap mereka di dalam dan di luar lapangan pun tidak ada salahnya dicontoh.
"Jepang itu ulet, pantang menyerah, kuat, pokoknya di lapangan luar biasa. Baik dari attitude maupun perjuangannya bagus sekali. Kita harapkan Rionny bisa bawa perubahan tunggal putri kita seperti itu," katanya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
