
Nitya Krishinda Maheswari berencana diperbantukan di jajaran pelatih oleh PBSI.
JawaPos.com - Pebulu tangkis putri Indonesia Nitya Krishinda Maheswari tak lagi masuk dalam daftar pemain pelatnas PBSI di tahun 2019. Usia yang sudah cukup tua dan kondisi cedera yang tak kunjung sembuh jadi penyebab utamanya.
Nama Nitya tak lagi tercantum dalam daftar pemain pelatnas PBSI di tahun ini setelah Surat Keputusan nomor SKEP/001/0.3/I/2019 tentang promosi dan degradasi resmi keluar pada Jumat (4/1). Dalam SK tersebut, tertulis hanya 98 atlet yang kini resmi menghuni pelatnas PBSI.
"Untuk Nitya, melihat kondisi pascacedera dan usianya, tidak memungkinkan lagi baginya untuk bisa bersaing lagi," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti.
Meski demikian, PBSI masih memberikan Nitya kesempatan lain. Pernah berjasa untuk PBSI dan Indonesia dengan menyumbang medali emas Asian Games 2014, Nitya rencananya akan diperbantukan di jajaran kepelatihan.
"Rencananya akan diperbantukan di tim kepelatihan. Kami akan kami bicarakan lebih lanjut soal ini," papar Susy.
Untuk diketahui, Nitya awalnya mengalami cedera lutut serius di akhir tahun 2016 lalu, dan harus menjalani operasi di awal tahun 2017. Hal tersebut membuat partnernya di nomor ganda putri Greysia Polii terpaksa dipasangkan dengan Apriyani Rahayu hingga saat ini.
Setelah dinyatakan sembuh, Nitya sempat kembali bermain di pertengahan tahun 2018 bersama Ni Ketut Mahadewi Istarani. Sayang, cedera kembali mendekapnya. Ia mengalami lutus urat achilles di Thailand Masters 2018 saat menghadapi Greys/Apri. Nitya tidak kembali lagi ke lapangan setelah cedera tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
