
Pebulu tangkis putri Jepang Aya Ohori
JawaPos.com - Pecinta bulu tangkis tentunya sudah tidak asing dengan sosok Aya Ohori. Atlet asal Jepang ini boleh dibilang merupakan salah satu pebulu tangkis berparas cantik yang ada di era sekarang.
Meski prestasinya tidak bersinar seperti Akane Yamaguchi atau Nozomi Okuhara, Aya punya daya tarik sendiri dibanding kedua kompatriotnya tersebut, khususnya di mata para kaum Adam. Senyumnya yang manis, tubuhnya yang tinggi semampai, dan kulitnya yang putih mulus tidak bisa dipungkiri membuat banyak laki-laki betah menatapnya.
Namun, siapa yang sangka ternyata Aya termasuk gadis yang tidak terlalu peduli dengan tubuhnya.
"Saya paling tidak perduli soal perawatan kulit. Kadang-kadang malah teman-teman yang mengingatkan saya untuk merawat kulit," ujar Aya.
Aya menuturkan, setiap musim panas di Jepang tiba, pemain yang kini duduk di ranking 17 dunia itu juga kerap kali membiarkan kulitnya menghitam. Lantaran cuek, Aya mengaku bahwa teman-temannya kerap kali memperingatinya untuk menjaga kulit agar tidak terbakar matahari.
"Teman-teman suka suruh saya menggunakan tabir surya," ujarnya lagi.
Mengenai kecintaannya dengan bulu tangkis, Aya mengaku ia memutuskan berkarir sebagai penepok bulu angsa karena terinspirasi legenda hidup Indonesia Taufik Hidayat.
"Saya mengidolakan Taufik Hidayat. Dulu setiap Taufik tanding ke Jepang, saya pasti datang untuk menonton dia bertanding. Sering melihat Taufik menjadi salah satu hal yang mendorong saya untuk jadi atlet bulu tangkis," ujar Aya.
Di Jepang Terbuka 2018, Aya sukses melaju ke babak semifinal pada Jumat (14/9). Tiket babak empat besar diperoleh Aya setelah ia menundukkan wakil Tiongkok Gao Fangjie dengan skor 21-14 dan 21-12. Aya akan menghadapi pemenang antara Nozomi Okuhara dan Chen Xiaoxin (Tiongkok) untuk melawannya di partai semifinal.
Untuk diketahui, Aya merupakan bagian dari tim beregu putri Jepang di Asian Games 2018. Ia meraih medali emas bersama sembilan koleganya yang lain.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
