Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Januari 2019 | 21.46 WIB

Jadi Pemain Profesional, Peluang The Daddies Lolos Olimpiade Tipis

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan - Image

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan

JawaPos.com - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sudah memutuskan keluar dari pelatnas PBSI terhitung tahun 2019 ini. Membidik lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, The Daddies mengaku sudah siap menempuh jalan terjal dengan cara mereka sendiri.


Di luar keuntungan bisa mengatur sendiri jadwal latihan dan memilih turnamen mana saja yang akan diikuti tanpa harus terikat dengan jadwal federasi, pasangan peraih medali emas Asian Games 2014 itu mengakui bahwa perjuangan mereka tidak akan mudah.


Saat ini, The Daddies dihadapkan pada dua faktor yang tidak berpihak pada mereka: usia dan kebijakan PBSI.


Meski menyandang predikat sebagai salah satu pasangan legendaris Indonesia, harus diakui bahwa umur yang kian uzur sudah menggerogoti keduanya. Hendra tahun ini akan genap berusia 35 tahun, sementara Ahsan tiga tahun di bawahnya.


Saingan mereka saat ini bukan lagi pemain di era mereka, tapi para pasangan ganda putra yang jauh lebih muda, kuat, dan cepat. Meski punya kematangan permainan dan jam terbang tinggi, sulit memungkiri kenyataan bahwa stamina mereka sudah tidak sekuat dulu.


"Sebenarnya dibilang (menjadi pemain profesional independen, Red) menguntungkan untuk mewujudkan ambisi lolos ke Olimpiade 2020, nggak juga ya. Tetap sulit karena kami harus bersaing dengan yang muda-muda," kata Hendra, Sabtu (5/1).


Andai ranking The Daddies nantinya mencukupi untuk lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, mereka juga belum tentu bisa terbang ke Negeri Matahari Terbit jika PBSI tidak menunjuk mereka untuk maju ke sana.


Untuk diketahui, Indonesia hingga saat ini punya tiga pemain ganda putra yang berpeluang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, yakni Hendra/Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.


Dengan status Hendra/Ahsan yang sudah bukan pemain pelatnas PBSI ditambah peraturan yang menyebutkan bahwa hanya dua wakil dari tiap negara yang boleh berlaga di Olimpiade, sudah sewajarnya bila PBSI lebih memprioritaskan Kevin/Marcus dan Fajar/Rian yang maju ke Tokyo nanti.


Mengingat pada Asian Games 2018 lalu PBSI juga lebih memilih Fajar/Rian untuk mendampingi Kevin/Marcus di nomor perorangan, kans The Daddies memang cukup tipis untuk bisa berlaga di Olimpiade.


The Daddies pun menyadari hal ini. Walau demikian, mereka tidak patah arang. Saat ini, mereka bertekad bisa tampil dengan lebih baik ketimbang tahun 2018 lalu dengan pola latihan dan cara yang baru sebagai pemain profesional.


"Kami ingin bisa main lebih bagus dulu dari tahun lalu. Sponsor baru (Mizuno, Red) juga mendukung agar kita bisa main di Olimpiade Tokyo 2020," ujar Hendra.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore