
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
JawaPos.com - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sudah memutuskan keluar dari pelatnas PBSI terhitung tahun 2019 ini. Membidik lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, The Daddies mengaku sudah siap menempuh jalan terjal dengan cara mereka sendiri.
Di luar keuntungan bisa mengatur sendiri jadwal latihan dan memilih turnamen mana saja yang akan diikuti tanpa harus terikat dengan jadwal federasi, pasangan peraih medali emas Asian Games 2014 itu mengakui bahwa perjuangan mereka tidak akan mudah.
Saat ini, The Daddies dihadapkan pada dua faktor yang tidak berpihak pada mereka: usia dan kebijakan PBSI.
Meski menyandang predikat sebagai salah satu pasangan legendaris Indonesia, harus diakui bahwa umur yang kian uzur sudah menggerogoti keduanya. Hendra tahun ini akan genap berusia 35 tahun, sementara Ahsan tiga tahun di bawahnya.
Saingan mereka saat ini bukan lagi pemain di era mereka, tapi para pasangan ganda putra yang jauh lebih muda, kuat, dan cepat. Meski punya kematangan permainan dan jam terbang tinggi, sulit memungkiri kenyataan bahwa stamina mereka sudah tidak sekuat dulu.
"Sebenarnya dibilang (menjadi pemain profesional independen, Red) menguntungkan untuk mewujudkan ambisi lolos ke Olimpiade 2020, nggak juga ya. Tetap sulit karena kami harus bersaing dengan yang muda-muda," kata Hendra, Sabtu (5/1).
Andai ranking The Daddies nantinya mencukupi untuk lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, mereka juga belum tentu bisa terbang ke Negeri Matahari Terbit jika PBSI tidak menunjuk mereka untuk maju ke sana.
Untuk diketahui, Indonesia hingga saat ini punya tiga pemain ganda putra yang berpeluang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, yakni Hendra/Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Dengan status Hendra/Ahsan yang sudah bukan pemain pelatnas PBSI ditambah peraturan yang menyebutkan bahwa hanya dua wakil dari tiap negara yang boleh berlaga di Olimpiade, sudah sewajarnya bila PBSI lebih memprioritaskan Kevin/Marcus dan Fajar/Rian yang maju ke Tokyo nanti.
Mengingat pada Asian Games 2018 lalu PBSI juga lebih memilih Fajar/Rian untuk mendampingi Kevin/Marcus di nomor perorangan, kans The Daddies memang cukup tipis untuk bisa berlaga di Olimpiade.
The Daddies pun menyadari hal ini. Walau demikian, mereka tidak patah arang. Saat ini, mereka bertekad bisa tampil dengan lebih baik ketimbang tahun 2018 lalu dengan pola latihan dan cara yang baru sebagai pemain profesional.
"Kami ingin bisa main lebih bagus dulu dari tahun lalu. Sponsor baru (Mizuno, Red) juga mendukung agar kita bisa main di Olimpiade Tokyo 2020," ujar Hendra.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
