Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 10.40 WIB

Satu Dekade Lebih Melatih di Malaysia, Hendrawan Pulang Kampung jadi Penasihat Teknik PB Djarum

Mantan pebulu tangkis nasional Hendrawan kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PB Djarum sebagai penasihat teknik tunggal putra dan putri. (ANTARA) - Image

Mantan pebulu tangkis nasional Hendrawan kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PB Djarum sebagai penasihat teknik tunggal putra dan putri. (ANTARA)

JawaPos.com - Mantan pebulu tangkis nasional Hendrawan kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PB Djarum sebagai penasihat teknik tunggal putra dan putri setelah lebih dari satu dekade melatih di Malaysia. Hendrawan mengatakan, keputusannya kembali ke Indonesia merupakan pilihan pribadi setelah merasa cukup berkiprah di luar negeri.

"Kembali ke Indonesia, ke Djarum, itu pilihan saya. Setelah melatih di level atas dan melanglang buana, saya merasa cukup," ujar Hendrawan di sela Audisi Umum PB Djarum 2025 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (10/9).

"Karena jadi pelatih itu sama seperti pemain, harus ada fire, semangat, keinginan untuk membimbing, dan saya sudah melewati masa itu," lanjut Hendrawan.

Sebelum kembali ke Indonesia, Hendrawan sempat mendapat tawaran dari sejumlah negara seperti Singapura, India, dan salah satu negara bagian di Malaysia, Kelantan. Namun, ia memilih pulang untuk mengurangi tekanan pekerjaan.

"Tawaran pasti ada. Dari Kelantan, Singapura, India. Tapi dasarnya saya sendiri merasa cukup. Saya ingin pulang," kata Hendrawan.

Hendrawan mengakui, keputusannya melatih Malaysia menuai kritik dari masyarakat Indonesia, terutama terkait isu nasionalisme dan kewarganegaraan.

"Itu risiko pekerjaan, risiko pilihan yang kita ambil. Kita harus memikirkan keluarga juga, anak-anak sekolah," ujar mantan pemain pelatnas tersebut.

"Kalau ada pilihan di Indonesia, pasti saya pilih di sini. Tapi waktu itu ya adanya (peluang) di sana," tuturnya.

Namun ia menilai masyarakat kini lebih terbuka terhadap pelatih Indonesia yang berkarier di luar negeri. "Tapi sekarang, situasinya beda. Contohnya Coach Herry IP, Nova Widianto ke Malaysia sudah lebih diterima. Karena zaman sekarang, sosial media lebih open. Jadi, orang sudah tidak melihat dari sisi nasionalisme saja," ujar Hendrawan.

Dalam peran barunya, pria berusia 53 tahun itu tidak terlibat langsung dalam sesi latihan harian, melainkan berfokus pada diskusi teknis dengan pelatih dan pemain, termasuk menyampaikan pendekatan-pendekatan latihan bertaraf internasional yang relevan untuk diterapkan di level klub.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore