
Mantan pebulu tangkis nasional Hendrawan kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PB Djarum sebagai penasihat teknik tunggal putra dan putri. (ANTARA)
JawaPos.com - Mantan pebulu tangkis nasional Hendrawan kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PB Djarum sebagai penasihat teknik tunggal putra dan putri setelah lebih dari satu dekade melatih di Malaysia. Hendrawan mengatakan, keputusannya kembali ke Indonesia merupakan pilihan pribadi setelah merasa cukup berkiprah di luar negeri.
"Kembali ke Indonesia, ke Djarum, itu pilihan saya. Setelah melatih di level atas dan melanglang buana, saya merasa cukup," ujar Hendrawan di sela Audisi Umum PB Djarum 2025 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (10/9).
"Karena jadi pelatih itu sama seperti pemain, harus ada fire, semangat, keinginan untuk membimbing, dan saya sudah melewati masa itu," lanjut Hendrawan.
Sebelum kembali ke Indonesia, Hendrawan sempat mendapat tawaran dari sejumlah negara seperti Singapura, India, dan salah satu negara bagian di Malaysia, Kelantan. Namun, ia memilih pulang untuk mengurangi tekanan pekerjaan.
"Tawaran pasti ada. Dari Kelantan, Singapura, India. Tapi dasarnya saya sendiri merasa cukup. Saya ingin pulang," kata Hendrawan.
Hendrawan mengakui, keputusannya melatih Malaysia menuai kritik dari masyarakat Indonesia, terutama terkait isu nasionalisme dan kewarganegaraan.
"Itu risiko pekerjaan, risiko pilihan yang kita ambil. Kita harus memikirkan keluarga juga, anak-anak sekolah," ujar mantan pemain pelatnas tersebut.
"Kalau ada pilihan di Indonesia, pasti saya pilih di sini. Tapi waktu itu ya adanya (peluang) di sana," tuturnya.
Namun ia menilai masyarakat kini lebih terbuka terhadap pelatih Indonesia yang berkarier di luar negeri. "Tapi sekarang, situasinya beda. Contohnya Coach Herry IP, Nova Widianto ke Malaysia sudah lebih diterima. Karena zaman sekarang, sosial media lebih open. Jadi, orang sudah tidak melihat dari sisi nasionalisme saja," ujar Hendrawan.
Dalam peran barunya, pria berusia 53 tahun itu tidak terlibat langsung dalam sesi latihan harian, melainkan berfokus pada diskusi teknis dengan pelatih dan pemain, termasuk menyampaikan pendekatan-pendekatan latihan bertaraf internasional yang relevan untuk diterapkan di level klub.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
