
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak 16 besar All England. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Pemain muda Indonesia belum mampu melaju jauh. Yaitu, ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi harus mengakui Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (12-21, 21-19, 16-21) saat berhadapan di babak 16 besar All England yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Kamis (13/3). Sedangkan Putri Kusuma Wardani takluk dari andalan Tiongkok Chen Yu Fei (14-21, 22-20, 10-21).
Tiwi -sapaan akrab Pratiwi- menyatakan, meski belum bisa meraih kemenangan tetap puas dengan permainan yang diusung. "Kami merasa kami sudah bermain dengan cukup baik," katanya.
Namun, sambungnya, ada beberapa momen bermajn kurang sabar dan terburu-buru untuk mematikan. "Padahal lawan mempunyai pertahanan yang kuat," sebut pemain binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu.
Sementara itu, Ana -sapan akrab Febriana- menambahkan, di laga ini menunjukkan semangat juang. Tak peduli berappun ketinggalannya. "Itu tadi yang coba kami lakukan. Kami komunikasi, mendukung satu sama lain dan saling mengingatkan. Fokus pada pola apa yang mau dimainkan," ucapnya.
Identik dengan Tiwi, Ana menilai sudah cukup baik di turnamen ini dibandingkan penampilan terakhir di Thailand Masters lalu. "Dari sana kami belajar lagi, benar-benar introspeksi apa kekurangan yang harus diperbaiki dan di sini alhamdulillah kami bisa memperbaiki walaupun hasilnya belum sesuai yang diinginkan," ujarnya.
Di sisi lain, Indonesia tergabung di Grup D Piala Sudirman bersama Denmark, India, Inggris. Piala Sudirman 2025 akan berlangsung di Xiamen, China, pada 27 April hingga 4 Mei 2025.
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menjelaskan bahwa undian Piala Sudirman 2025 cukup ketat untuk tim Indonesia karena berada satu grup terutama dengan Denmark dan India. “Dengan undian yang ketat tentunya fokus tim Indonesia justru harus berada pada persiapan tim yang maksimal," ujarnya.
Grup D dianggap sebagai grup yang paling kompetitif karena diisi oleh negara-negara dengan tradisi bulu tangkis yang kuat. Indonesia sebagai unggulan kedua harus tampil maksimal untuk bisa lolos Grup. “Peluang untuk lolos grup sangat terbuka tetapi tentu persiapan tetap menjadi kunci utama," katanya.
Perihal kriteria pemain yang akan masuk tim adalah yang kondisinya paling siap secara teknik, fisik dan mental. Dia tak menampik ada kemungkinan untuk memasukkan pemain muda. "Kami juga harus mempersiapkan investasi atlet untuk regenerasi ke depannya,” ucapnya.
Eng Hian juga menjelaskan bahwa untuk target, Tim Indonesia tidak akan pernah menjadi pelengkap undian. Sebagai unggulan kedua kita tentunya selalu berusaha untuk mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik.
Indonesia terakhir kali merebut Piala Sudirman pada tahun 1989 atau tepatnya saat kejuaraan beregu campuran terbesar di dunia itu pertama kali diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta. Setelah itu pencapaian terbaik Indonesia menjadi runner up sebanyak enam kali pada 1991, 1993, 1995, 2001, 2005, dan 2007 dan menjadi semifinalis sebanyak tujuh kali. (*)
*Hasil Undian Piala Sudirman 2025:*
Grup A: Tiongkok, Thailand, Hongkong, Aljazair
Grup B: Korea Selatan, Taiwan, Kanada, Republik Ceko
Grup C: Jepang, Malaysia, Prancis, Australia
Grup D: Indonesia, Denmark, India, Inggris

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
