Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 November 2018 | 00.12 WIB

Butet: Sistem Poin BWF World Tour Finals Tidak Selektif

Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir mengaku tidak memasang target main di World Tour Finals di Guangzhou - Image

Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir mengaku tidak memasang target main di World Tour Finals di Guangzhou

JawaPos.com - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir masih punya satu kesempatan lagi bermain bersama di BWF World Tour 2018. Mereka bisa mentas lagi di World Tour Finals yang akan diselenggarakan di Guangzhou, Tiongkok pada bulan Desember nanti.


Meski demikian, Owi/Butet mengaku tidak memasang target bermain di Guangzhou. Selain karena memang Butet sudah memutuskan pensiun, mereka juga bingung dengan sistem poin turnamen di tahun ini.


Untuk diketahui, World Tour Finals adalah babak akhir dari rangkaian turnamen BWF World Tour 2018. Pada turnamen ini, hanya delapan pemain dari masing-masing sektor yang bisa ikut bertanding. Kedelapan pemain ini diseleksi berdasarkan poin yang mereka kumpulkan sepanjang mengikuti turnamen BWF World Tour 2018.


Namun, khusus di tahun ini, ada sedikit yang berubah. Mereka yang bisa masuk ke World Tour Finals tidak lagi ditentukan dari berapa banyak gelar bergengsi yang dimenangkan, tapi dari berapa banyak turnamen yang mereka ikuti.


Fakta tersebut pun membuat Butet bingung. Pasalnya, dengan sistem demikian, yang bermain nanti belum tentu mereka yang saat ini berada di jajaran top 10 dunia. Peluang main di World Tour Finals juga terbuka bagi mereka yang tidak berada di jajaran top 10 dunia.


Hitung-hitungan ini juga sekaligus menyampaikan bahwa poin ranking dunia seorang atlet tidak berbanding lurus dengan poin ranking BWF World Tour Finals. Atlet  yang saat ini berada di peringkat 1 dunia bisa saja berada di urutan 6 peringkat BWF World Tour Finals apabila ia tidak mengikuti banyak turnamen.


"(World Tour Finals, Red) Ini bikin saya heran. Kenapa semua poin turnamen dihitung? Jadinya tidak selektif," kata Butet.


Berkaca dari sistem poin turnamen tahun sebelumnya, Butet melihat bahwa persaingan bermain di World Tour Finals, yang saat itu masih bernama Superseries Finals, betul-betul terjadi di jajaran papan atas. Artinya, hanya mereka yang betul-betul hebat dan kompetitif yang bisa bermain di sana.


"Misal dari ranking, posisi 1-8 sudah pasti siapa saja pemainnya. Sekarang malah siapa yang paling banyak ikut turnamen (yang dapat poin, Red)," kata Butet.


Owi/Butet sendiri saat ini baru mengikuti sembilan turnamen. Meskipun kini masih duduk di ranking 3 dunia, mereka ada di nomor 10 urutan ranking BWF World Tour Finals.


"Sejujurnya memang tidak mengejar ke sana. Kalau target ke situ, pasti saya ambil lebih banyak turnamen. Tapi ya sudahlah. Kalau bisa masuk ya oke, kalau tidak ya tidak apa-apa," kata Butet.


Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore