Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 November 2024 | 17.09 WIB

Toko Buku dan Kepingan Kisah Manusia di Sekitarnya

Cover Buku - Image

Cover Buku

Yudhi Herwibowo merakit cerita yang seolah tercerai berai, tidak berhubungan, berbeda-beda era, menjadi satu cerita yang utuh.

---

TIDAK semua orang yang datang ke toko buku datang untuk membeli buku. Ada yang hanya untuk melihat-lihat tanpa membeli, ada yang membuat review tentang toko buku kecil di seluruh dunia, ada yang pengin ketemu jodoh di toko buku, fantasi bercinta di toko buku, pemburu buku langka yang sangat royal, sampai ada yang masuk toko buku sekadar untuk bersembunyi dari kejaran massa setelah ketahuan mencuri.

Raga cerita itu adalah bagian kecil dari ragam cerita lainnya yang terangkum dalam novel Toko Buku Abadi. Novel yang diterbitkan Penerbit Baca pada Juni 2024 ini bercerita tentang satu toko buku kecil yang keberadaannya menjadi bagian dari cerita hidup puluhan tokoh dengan masing-masing ceritanya. Cerita romantis, aneh, hingga kisah tragis datang silih berganti.

Walaupun tiap bab memunculkan tokoh-tokoh baru dan kisahnya yang berbeda-beda, novel ini tetap mampu menggiring pembaca menyibak misteri-misteri di balik berdirinya toko kecil di pinggir kota yang relatif sepi itu. Yudhi Herwibowo, penulis novel ini, merakit cerita yang seolah tercerai berai, tidak berhubungan, berbeda-beda era, menjadi satu cerita yang utuh. Satu kisah seolah menjadi kepingan puzzle untuk membentuk satu gambar besar dan lengkap tentang Toko Buku Abadi.

Awal Kisah

Cerita ini dimulai dengan perkenalan dua orang lansia di sebuah acara pemakaman. Lanskap yang tak biasa tersebut secara mengejutkan berubah menjadi cerita romansa. Keduanya akhirnya menikah walaupun Ganda Soedjara, pasangan laki-laki, harus meninggalkan pernikahan pertamanya yang sudah berlangsung 50 tahun.

Mastika Dina, pasangan perempuan, adalah seorang lansia yang mempunyai masa lalu kelam. Ia merasa bersalah karena menjadi penyebab kematian kedua orang tuanya ketika memberi tahu tempat persembunyian keluarganya pada gerombolan pemburu komunis yang menyatroni rumahnya ketika ia masih kecil. Kejadian itu membuatnya trauma hingga ia lansia sekaligus membuat hubungannya dengan kakaknya, Panjari Dina, renggang.

Untuk menghapus rasa bersalahnya, berbekal warisan harta orang tua yang melimpah, Mastika Dina sejak remaja hingga dewasa mengisi waktunya untuk membuat panti asuhan, panti jompo, dan rumah penampungan hewan-hewan telantar. Ia ingin menghabiskan usianya hanya untuk berbuat kebaikan demi kebaikan.

Dalam kesibukannya tersebut, Mastika Dina pernah mencoba membuka diri untuk menjalin tali percintaan dengan seseorang laki-laki. Namun, setelah ia menceritakan siapa sebenarnya dia dan juga latar belakangnya, perlahan laki-laki itu beringsut menjauh. Hal itu membuatnya yakin bahwa itulah ganjaran yang harus ia tanggung sehingga ia tidak menikah hingga lansia. Keyakinan itu begitu membatu hingga ia akhirnya bertemu dan menikah dengan seorang laki-laki berusia 70 tahun bernama Ganda Soedjara.

Karena fisik melemah dan mulai sakit-sakitan, mereka harus memutar otak untuk mengisi waktu pernikahannya di masa-masa lansia. Karena keduanya sama-sama pencinta buku sejak kecil, akhirnya mereka membangun sebuah toko buku kecil di halaman depan rumah warisan orang tuanya.

Merayakan Buku

Membaca novel Toko Buku Abadi mengingatkan saya pada novel-novel populer dunia tentang perbukuan. Sebut saja salah satunya adalah novel Perpustakaan Ajaib Bibbi Boken karya Jostein Gaarder & Klaus Hagerup. Di dalam novel tersebut, kita diajak berjalan-jalan melihat panorama tentang sejarah perbukuan, munculnya percetakan, dan pelabelan buku di perpustakaan, hingga permasalahannya di era kontemporer.

Selaras dengan itu, Toko Buku Abadi juga menceritakan tentang perbukuan, tapi dengan lanskap yang lebih sempit. Yaitu, di Indonesia saja. Permasalahan-permasalahan yang diangkat antara lain harga buku mahal, pembajakan buku, pembelian copyright, hingga ke masalah yang khas toko-toko buku reseller seperti setoran yang macet, penulis yang seenaknya membuat acara jumpa fans di toko buku tanpa izin, hingga masalah customer yang hanya membaca-baca buku tanpa membeli.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore