
Cover Buku
Yudhi Herwibowo merakit cerita yang seolah tercerai berai, tidak berhubungan, berbeda-beda era, menjadi satu cerita yang utuh.
---
TIDAK semua orang yang datang ke toko buku datang untuk membeli buku. Ada yang hanya untuk melihat-lihat tanpa membeli, ada yang membuat review tentang toko buku kecil di seluruh dunia, ada yang pengin ketemu jodoh di toko buku, fantasi bercinta di toko buku, pemburu buku langka yang sangat royal, sampai ada yang masuk toko buku sekadar untuk bersembunyi dari kejaran massa setelah ketahuan mencuri.
Raga cerita itu adalah bagian kecil dari ragam cerita lainnya yang terangkum dalam novel Toko Buku Abadi. Novel yang diterbitkan Penerbit Baca pada Juni 2024 ini bercerita tentang satu toko buku kecil yang keberadaannya menjadi bagian dari cerita hidup puluhan tokoh dengan masing-masing ceritanya. Cerita romantis, aneh, hingga kisah tragis datang silih berganti.
Walaupun tiap bab memunculkan tokoh-tokoh baru dan kisahnya yang berbeda-beda, novel ini tetap mampu menggiring pembaca menyibak misteri-misteri di balik berdirinya toko kecil di pinggir kota yang relatif sepi itu. Yudhi Herwibowo, penulis novel ini, merakit cerita yang seolah tercerai berai, tidak berhubungan, berbeda-beda era, menjadi satu cerita yang utuh. Satu kisah seolah menjadi kepingan puzzle untuk membentuk satu gambar besar dan lengkap tentang Toko Buku Abadi.
Awal Kisah
Cerita ini dimulai dengan perkenalan dua orang lansia di sebuah acara pemakaman. Lanskap yang tak biasa tersebut secara mengejutkan berubah menjadi cerita romansa. Keduanya akhirnya menikah walaupun Ganda Soedjara, pasangan laki-laki, harus meninggalkan pernikahan pertamanya yang sudah berlangsung 50 tahun.
Mastika Dina, pasangan perempuan, adalah seorang lansia yang mempunyai masa lalu kelam. Ia merasa bersalah karena menjadi penyebab kematian kedua orang tuanya ketika memberi tahu tempat persembunyian keluarganya pada gerombolan pemburu komunis yang menyatroni rumahnya ketika ia masih kecil. Kejadian itu membuatnya trauma hingga ia lansia sekaligus membuat hubungannya dengan kakaknya, Panjari Dina, renggang.
Untuk menghapus rasa bersalahnya, berbekal warisan harta orang tua yang melimpah, Mastika Dina sejak remaja hingga dewasa mengisi waktunya untuk membuat panti asuhan, panti jompo, dan rumah penampungan hewan-hewan telantar. Ia ingin menghabiskan usianya hanya untuk berbuat kebaikan demi kebaikan.
Dalam kesibukannya tersebut, Mastika Dina pernah mencoba membuka diri untuk menjalin tali percintaan dengan seseorang laki-laki. Namun, setelah ia menceritakan siapa sebenarnya dia dan juga latar belakangnya, perlahan laki-laki itu beringsut menjauh. Hal itu membuatnya yakin bahwa itulah ganjaran yang harus ia tanggung sehingga ia tidak menikah hingga lansia. Keyakinan itu begitu membatu hingga ia akhirnya bertemu dan menikah dengan seorang laki-laki berusia 70 tahun bernama Ganda Soedjara.
Karena fisik melemah dan mulai sakit-sakitan, mereka harus memutar otak untuk mengisi waktu pernikahannya di masa-masa lansia. Karena keduanya sama-sama pencinta buku sejak kecil, akhirnya mereka membangun sebuah toko buku kecil di halaman depan rumah warisan orang tuanya.
Baca Juga: Copet yang Dituduh Hendak Membunuh Presiden
Merayakan Buku
Membaca novel Toko Buku Abadi mengingatkan saya pada novel-novel populer dunia tentang perbukuan. Sebut saja salah satunya adalah novel Perpustakaan Ajaib Bibbi Boken karya Jostein Gaarder & Klaus Hagerup. Di dalam novel tersebut, kita diajak berjalan-jalan melihat panorama tentang sejarah perbukuan, munculnya percetakan, dan pelabelan buku di perpustakaan, hingga permasalahannya di era kontemporer.
Selaras dengan itu, Toko Buku Abadi juga menceritakan tentang perbukuan, tapi dengan lanskap yang lebih sempit. Yaitu, di Indonesia saja. Permasalahan-permasalahan yang diangkat antara lain harga buku mahal, pembajakan buku, pembelian copyright, hingga ke masalah yang khas toko-toko buku reseller seperti setoran yang macet, penulis yang seenaknya membuat acara jumpa fans di toko buku tanpa izin, hingga masalah customer yang hanya membaca-baca buku tanpa membeli.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022