
Foto arsip yang diambil pada 1 September 2026 memperlihatkan kentang hasil panen di Obihiro, Hokkaido. (Kyodo)
JawaPos.com - Jepang berpeluang mengambil keputusan lebih cepat untuk mencabut larangan impor kentang segar dari Amerika Serikat (AS) untuk keperluan selain produksi keripik kentang. Keputusan yang semula diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun kini bisa dipercepat menjadi sekitar satu tahun.
Dilansir dari Kyodo, Minggu (4/10), sumber pemerintah dan partai berkuasa mengatakan keputusan tersebut bergantung pada seberapa cepat AS memenuhi langkah-langkah yang diminta Jepang terkait pengendalian hama dan patogen.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari AS ketika Presiden Donald Trump berupaya mendapatkan dukungan dari petani domestik.
Sejumlah pejabat pemerintah Jepang menilai keputusan akhir dapat diambil dalam waktu sekitar satu tahun apabila AS memenuhi persyaratan Jepang dengan cepat.
Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang memasuki tahap akhir dari proses tiga tahap untuk mencabut larangan tersebut pada September. Salah satu persoalan utama adalah memastikan hama dan patogen yang mungkin terbawa kentang tidak masuk ke Jepang.
Jepang mulai mempertimbangkan pencabutan larangan impor pada 2020 setelah mendapat permintaan resmi dari AS. Kedua negara kini membahas langkah karantina khusus untuk mencegah masuknya hama dan patogen.
Kementerian Pertanian Jepang pada 18 September mengumumkan bahwa konsultasi bilateral diperlukan terkait langkah karantina terhadap 21 jenis hama dan patogen. Pengumuman tersebut menandai dimulainya tahap akhir proses peninjauan.
Kentang AS yang lebih murah dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen Jepang. Namun, produsen domestik di sejumlah wilayah seperti Hokkaido, Nagasaki, dan Kagoshima khawatir terhadap risiko hama dan penyakit serta persaingan harga.
Impor tanaman di Jepang diatur melalui Plant Protection Act. Pemerintah Jepang membahas langkah karantina dengan negara pengekspor untuk mencegah masuknya hama dan penyakit yang dapat menimbulkan kerusakan di dalam negeri.
Berdasarkan aturan internasional, pemerintah wajib melakukan pembahasan jika suatu negara meminta pencabutan pembatasan impor. Impor juga harus diizinkan jika bukti ilmiah menunjukkan risiko hama dan penyakit dapat dikendalikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022